Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Astra Agro Tembus Rp1,90 Triliun, Ada Apa di Balik Kinerja AALI?

Laba Astra Agro Tembus Rp1,90 Triliun, Ada Apa di Balik Kinerja AALI? Kredit Foto: Astra Agro Lestari
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,90 triliun hingga September 2026. Perolehan tersebut meningkat 78,02% dibandingkan dengan laba bersih Rp1,07 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih perseroan yang mencapai Rp23,71 triliun, naik 7,21% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp22,12 triliun per September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta turunannya masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Segmen ini menghasilkan pendapatan Rp20,87 triliun, meningkat dari Rp19,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari inti sawit atau palm kernel beserta turunannya juga mengalami kenaikan, dari Rp2,25 triliun menjadi Rp2,83 triliun hingga September 2026.

Sebaliknya, pendapatan dari segmen lainnya menyusut menjadi Rp11,68 miliar dari Rp41,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba bruto AALI sebesar 34,04% secara tahunan menjadi Rp4,37 triliun. Pada September 2025, laba bruto perseroan tercatat Rp3,26 triliun.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 2,57% menjadi Rp19,34 triliun dari sebelumnya Rp18,86 triliun. Kenaikan beban tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan, sehingga laba bruto perseroan turut meningkat.

Laba per saham dasar dan dilusian AALI juga naik menjadi Rp989,77 hingga September 2026, dibandingkan dengan Rp555,99 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp30,18 triliun per September 2026, meningkat dari Rp27,05 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi Rp24,99 triliun dari Rp24,16 triliun.

Baca Juga: Laba Bank Permata (BNLI) Tembus Rp2,6 Triliun, Kredit Naik 10,1%

Baca Juga: BEI Bidik Pendapatan Rp2,59 Triliun dan Laba Rp563,9 Miliar pada 2027

Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun, Tumbuh 4,2% hingga September 2026

Adapun total liabilitas meningkat menjadi Rp5,18 triliun dari Rp2,89 triliun pada akhir 2025. Kenaikan terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang mencapai Rp4,21 triliun, dibandingkan dengan Rp2 triliun pada akhir 2025.

Liabilitas jangka panjang juga meningkat menjadi Rp972,84 miliar dari Rp889,12 miliar.

Pada sisi likuiditas, kas dan setara kas AALI tercatat Rp5,79 triliun pada akhir September 2026, meningkat dibandingkan dengan Rp4,93 triliun pada September 2025.

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp681,23 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Rp3,63 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan