Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pimpinan Hizbullah Ogah Pusing Soal Siapa Pemenang Pemilu Israel: Perlawanan Harga Mati!

Pimpinan Hizbullah Ogah Pusing Soal Siapa Pemenang Pemilu Israel: Perlawanan Harga Mati! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya akan terus melawan Israel tanpa memedulikan siapa yang memenangkan pemilu di negara tersebut. Ia juga menolak wacana pelucutan senjata Hizbullah selama pendudukan dan serangan Israel masih berlangsung.

"Kami tidak memedulikan siapa yang memerintah Israel, tetapi harus ditegaskan bahwa mereka tidak bisa terus melakukan pendudukan dan harus segera meninggalkan tanah kami," ujar Qassem dalam pernyataan tertulis, dilansir AFP, Kamis (29/10/2026).

Pernyataan itu muncul ketika hasil pemilu Israel menunjukkan persaingan ketat antara kubu politik utama. Dengan 85 persen suara telah dihitung, blok sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul tipis atas blok oposisi, tetapi belum memperoleh mayoritas.

Bagi Qassem, pergantian pemerintahan Israel tidak akan mengubah sikap Hizbullah terhadap konflik yang berlangsung. Ia menegaskan kelompoknya akan tetap menghadapi serangan yang ditujukan kepada organisasi tersebut maupun Lebanon.

"Perlawanan akan terus berlanjut dan akan menghadapi agresi yang ditujukan kepada kami maupun Lebanon. Tidak ada ruang untuk membahas pelucutan senjata Hezbollah. Selama pendudukan masih berlangsung dan agresi terus berlanjut," tambahnya.

Sikap tersebut disampaikan ketika posisi Hizbullah di Lebanon disebut telah melemah setelah dua perang melawan Israel sejak 2023. Sebelumnya, kelompok yang pernah mendominasi kehidupan politik Lebanon itu memiliki pengaruh besar di negara tersebut.

Baca Juga: Tak Ada Mayoritas di Pemilu Israel, Netanyahu dan Oposisi Berebut Dukungan

Pada Juni lalu, otoritas Lebanon dan Israel menandatangani kerangka kesepakatan yang mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah pendudukan, serta pengerahan tentara Lebanon ke kawasan tersebut.

Namun, pelaksanaan kesepakatan itu masih menghadapi hambatan. Israel dilaporkan terus melancarkan serangan sporadis dan menghancurkan bangunan di dalam maupun sekitar wilayah pendudukan, sementara Hizbullah menolak rencana pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataan kelompok tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy