Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Pertamina (Persero) mencatat sebanyak 62 desa dari total 310 titik program Desa Energi Berdikari (DEB) telah mencapai tahap mandiri. Program pemberdayaan berbasis energi terbarukan ini menjadi salah satu upaya Pertamina menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan kemandirian menjadi salah satu tujuan utama program DEB. Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan tidak cukup diukur dari bantuan yang disalurkan perusahaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program secara mandiri.
“Harus ada exit strategy. Kan kemandirian. Kalau ada kita terus, nggak berdikari namanya,” ujar Arya saat ditemui dalam rangkaian 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) di kawasan Subak Sembung Uma Palak Lestari, Denpasar, Bali, Kamis (29/10/2026).
Arya menjelaskan, pendekatan DEB menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam membangun dan mengembangkan potensi lokal. Pertamina berperan sebagai katalis yang mendorong masyarakat agar mampu mengelola sumber daya yang dimiliki sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.
“Artinya, multiplier effect dan multiplier apa namanya, benefit-nya itu sangat alhamdulillah ya, luar biasa dan itu karena kita bersama mereka, bukan Pertamina aja, bukan hanya kita cuma ngasih, tapi kita bersama mereka, karena mereka yang membangun ini semua gitu," jelasnya.
Berdasarkan papan informasi DEB yang ditampilkan dalam gelaran ASCOPE, program Pertamina telah menjangkau 310 titik dengan berbagai pendekatan pemanfaatan energi. Sebanyak 274 program menggunakan panel surya, 25 memanfaatkan teknologi metana dan biogas, delapan menggunakan mikrohidro, dua berbasis biodiesel, dan satu menggunakan sistem hibrida.
Secara keseluruhan, program tersebut tercatat menjangkau 300.768 penerima manfaat, termasuk 62 penyandang disabilitas. DEB juga mencakup 188 program ketahanan pangan berkelanjutan dan 71 program wisata energi. Selain itu, sebanyak 223 local heroes tercatat telah mendapatkan sertifikasi dalam pengoperasian panel surya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dari sisi lingkungan, papan informasi tersebut mencatat kapasitas energi terbarukan sebesar 1.595.500 watt-peak (Wp), produksi metana dan biogas mencapai 973.902 meter kubik per tahun, serta pengurangan emisi karbon sebesar 1.153.885 ton CO₂ ekuivalen. Program ini juga mencatat penciptaan nilai ekonomi dari energi terbarukan sebesar Rp6,40 miliar per tahun, sebagaimana tercantum dalam materi informasi DEB.
Arya menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar berbagai manfaat tersebut tidak berhenti ketika dukungan perusahaan berakhir. Menurutnya, Pertamina tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan dampak pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kita menjadi katalis, menjadi energi, energi yang mendorong. Kalau kita sendirian, mungkin nggak akan sebesar itu,” katanya.
Selain 310 titik program yang telah berjalan, papan informasi DEB mencatat 24 program masih dalam proses pengembangan. Pertamina menargetkan total 334 program pada akhir 2026. Pengembangan tersebut mencakup sektor ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, wisata berbasis energi, dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam gelaran ASCOPE, delegasi National Oil Company (NOC) dari negara-negara Asia Tenggara juga berkesempatan melihat langsung implementasi DEB di Uma Palak Lestari. Arya mengatakan, kunjungan tersebut mendapat respons positif dari para delegasi, yang melihat pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai hal menarik untuk dipelajari lebih lanjut.
Baca Juga: Delegasi NOC ASEAN Puji Program Desa Energi Berdikari Pertamina
“Tapi yang spesifik terkait dengan ini (CSR) di sini, hari ini. Karena tadi aku melihat dari antusiasme para tamunya, itu mereka bilang, ‘Ini kita belum pernah lihat yang seperti ini sebelumnya.’ Itu dari testimoni mereka,” ungkap Arya.
Menurut Arya, ketertarikan para delegasi tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman yang dibagikan dalam kerja sama energi regional. Bagi Pertamina, capaian 62 desa mandiri menjadi salah satu indikator bahwa pengembangan DEB tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas energi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga keberlanjutan manfaat program.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: