Cium Adanya Agenda Tersembunyi, Publik Curiga Jokowi Diam-diam Sudah Menjadi Antek Asing
Kredit Foto: Ist
Polemik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan ijazahnya kini merambat pada munculnya kecurigaan berskala geopolitik terhadap sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Hal ini menyusul adanya sekelompok massa yang menggeruduk kediaman Jokowi di Solo.
Perwakilan Massa, Bangun Sutoto secara terbuka menyuarakan dugaan mengenai adanya intervensi kekuatan luar di balik ngototnya sang mantan presiden dalam mempertahankan pengaruh politik dinasti keluarganya dalam pemerintahan dari Prabowo Subianto.
Baca Juga: Penantian Roy Suryo dan Publik Terbayar, Jokowi Akhirnya Diseret ke Pengadilan Jakarta Timur
Tuduhan Jokowi diam-diam bertindak sebagai perpanjangan tangan atau 'antek asing' ini didasari oleh rekam jejak sejumlah kebijakan strategis selama dua periode pemerintahannya yang dinilai lebih banyak menguntungkan pihak luar ketimbang kepentingan kedaulatan nasional.
“Tapi bapak lain daripada yang lain. Kami menduga ada agenda tersembunyi dari negara asing yang masih menghendaki rezim bapak untuk tampil kembali karena kebijakan-kebijakan Bapak yang banyak menguntungkan mereka di saat bapak menjabat sebagai presiden,” kata Bangun dikutip Kamis (29/10/2026).
Menurut Bangun, besarnya kepentingan pihak asing untuk mengamankan aset dan kebijakan yang telah disepakati pada era sebelumnya menjadi katalis utama mengapa mantan gubernur tersebut diduga merekayasa konstitusi untuk mendudukkan Gibran di Wakil Presiden. Hal ini membuatnya terlihat sangat berbeda dibandingkan enam presiden sebelumnya yang bersedia melepaskan panggung politik sepenuhnya ketika masa jabatan mereka berakhir.
Penempatan Gibran di struktur tertinggi negara dianggap berbahaya jika benar-benar dikendalikan oleh kepentingan eksternal. Bangun menegaskan bahwa saat ini kesadaran masyarakat telah terbangun, terbukti dari masifnya eskalasi tuntutan yang menyuarakan agar wapres terkini segera meletakkan jabatannya.
“Diperparah lagi, saat ini sudah banyak rakyat yang meminta saudara Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri,” tandasnya.
Adapun Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri dikabarkan perlahan tengah menjauhi sosok dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini salah satunya ditenggarai oleh penyampaian hal berbeda terkait peluang duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2029.
Jokowi saat ini mengatakan pembahasan terkait pilpres masih jauh. Padahal sebelumnya ia memberikan arahan kepada relawannya untuk mendukung pemerintahan saat ini berjalan dua periode.
Jokowi menyebut arahan itu sudah ia sampaikan sejak awal.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (Prabowo -Gibran 2 Periode)," kata Jokowi.
Namun Jokowi baru-baru ini enggan menjawab ketika disinggung kemungkinan anaknya kembali maju dalam pilpres bersama dengan Prabowo.
Baca Juga: Lagi Panas Indonesia-Singapura, Pesan Menohok Anak Buah Prabowo: Kita Tidak Dapat Memilih Tetangga
"(Bapak dukung dua periode?) Saya sampaikan itu ke relawan. Karena ada yang bertanya mereka," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: