Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

DBS Bantah Merger dengan BCA Milik Keluarga Hartono

DBS Bantah Merger dengan BCA Milik Keluarga Hartono Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

DBS Group asal Singapura membantah kabar yang menyebut anak usahanya di Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, berpotensi merger dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). 

Bantahan ini muncul setelah rumor tersebut ramai beredar di media sosial dan dikaitkan dengan lonjakan harga saham BCA.

Dalam beberapa hari terakhir, beredar spekulasi di medsos Indonesia bahwa Bank DBS Indonesia akan digabungkan ke dalam BCA, dengan BCA tetap menjadi entitas yang bertahan setelah merger.

Rumor tersebut juga menyebutkan bahwa para pemegang saham DBS Indonesia akan menerima saham baru BCA sebagai kompensasi dalam transaksi tersebut. Namun, pihak DBS dengan tegas membantah kabar tersebut.

“Rumor tersebut tidak benar,” ujar juru bicara DBS seperti dikutip dari Straistimes, Kamis (29/10/2026).

Kabar merger tersebut menjadi sorotan pasar setelah saham BCA melonjak 7% pada 28 Oktober 2026. Rumor mengenai kemungkinan penggabungan kedua bank itu disebut-sebut menjadi salah satu pemicu kenaikan harga saham tersebut.

PT Bank DBS Indonesia merupakan anak usaha DBS Bank yang berbasis di Singapura. Bank ini menyediakan berbagai layanan perbankan di Indonesia, mulai dari perbankan korporasi, usaha kecil dan menengah (UKM), perbankan konsumer, hingga pengelolaan kekayaan (wealth management).

Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp45,2 Triliun, Tumbuh 4,2% hingga September 2026

Baca Juga: Laba Bank Permata (BNLI) Tembus Rp2,6 Triliun, Kredit Naik 10,1%

Sementara itu, BCA yang berkantor pusat di Jakarta merupakan bank swasta terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar. Keluarga Hartono menjadi pemegang saham pengendali utama bank tersebut.

Sebelumnya, saham BCA juga masuk dalam daftar saham yang dinilai menarik untuk dibeli ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada awal 2026. 

Pelemahan pasar kala itu terjadi setelah penyedia indeks global MSCI memperingatkan potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market).

Meski rumor merger sempat menjadi perhatian investor, DBS telah menegaskan bahwa kabar penggabungan Bank DBS Indonesia dengan BCA tersebut tidak benar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan