Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hashim: MSCI Bukti 32,7 Juta Investor Tak Puas dengan Pasar Modal RI, Termasuk Saya

Hashim: MSCI Bukti 32,7 Juta Investor Tak Puas dengan Pasar Modal RI, Termasuk Saya Kredit Foto: Aryo Hadi Wibowo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai ancaman Morgan Stanley Capital Index (MSCI) terkait penurunan peringkat Pasar Modal Indonesia sebagai bukti ketidakpuasan para investor/pemegang saham terhadap kondisi market, termasuk dirinya. 

Untuk itu, Hashim mengaku dirinya diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memitigasi masalah tersebut. Ia pun menyebut berbagai risiko jika nanti pada akhirnya bursa saham di Indonesia turun kasta dari Emerging Market kepada Standalone Market. 

"Masalah yang kita hadapi, kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita akan nanti semakin kering. Pajak akan nanti keluar karena terpaksa, kalau kita di downgrade menjadi Standalone Market," ujar Hashim saat memberikan sambutan dalam rapat pimpinan nasional Kadin Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dari hasil perbincangan dengan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, ia melaporkan bahwa sekitar 32,7 juta Warga Negara Indonesia (WNI) aktif di pasar modal, dan merasa tidak puas dengan kondisi market saat ini. 

"Tercatat hari ini 32,7 juta individu Warga Negara Indonesia yang memiliki brokerage accounts, yang memiliki akun-akun brokerage. Dengan kata lain, mereka ikut investasi melalui bursa," kata Hashim. 

"Nah masalah adalah, saat ini 32,7 juta warga Indonesia sangat tidak puas dengan keadaan, tidak berbahagia, karena nilai mereka saham berkurang. Termasuk saya. Saya juga punya saham di perusahaan publik, saya tidak puas," tegas Hashim.

Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah perlu benar-benar memperhatikan masalah ini, sehingga penurunan kelas oleh MSCI bisa dimitigasi. 

Baca Juga: MSCI Masih Soroti Pasar Modal RI, OJK Akui Ada Satu PR yang Belum Tuntas

Baca Juga: Belum Tamat! World Bank Ungkap Peluang RI Lolos dari Ancaman Turun Kelas MSCI

"Saya ditugaskan Presiden untuk membantu supaya jangan di luar kendali. Jangan sampai 32.700.000 warga negara Indonesia tidak puas dengan situasi seperti ini," ungkap Hashim.

Masalah berikutnya, Hashim tidak menyangkal bahwa pasar modal Indonesia tengah diterpa isu saham gorengan yang dipermainkan sejumlah oknum. Ia pun meminta pemerintah serius menindaki ini. 

"Ini yang disorot dan diperhatikan dan dipersoalkan oleh MSCI dan pelaku-pelaku asing, adalah kalau free float-nya terpangkas, P/E Ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan," tutur Hashim.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan