Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Tembus US$30 per MMBTU, Bahlil Duga LNG RI Dijual Ulang Singapura

Harga Tembus US$30 per MMBTU, Bahlil Duga LNG RI Dijual Ulang Singapura Kredit Foto: Ilham Nurul Karim
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga LNG spot Asia (JKM) menembus US$30 per million British thermal units (MMBtu) pada akhir Oktober 2026, tertinggi dalam sekitar empat tahun kebelakang.

Di tengah kenaikan harga tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menduga sebagian LNG Indonesia yang dikirim ke Singapura diperdagangkan kembali ke negara lain.

Bahlil menyebut Indonesia mengirim 148 kargo LNG ke Singapura. Namun, ia meyakini tidak seluruh kargo tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik negara itu.

“Nah, kran gas yang kita kirim itu kan totalnya ke Singapura itu 409,5 MM. Itu gas pipa dari Natuna dan dari daratan Sumatera. Kemudian yang kita ekspor juga adalah 148 kargo daripada LNG. 148 kargo itu setara dengan 1.480 MM,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

“Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain. Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka,” kata Bahlil.

Baca Juga: Bahlil Sebut Presiden Sempat Bahas Soal Pertemuan dengan Menlu Singapura di Ratas

Baca Juga: Singapura Panggil 10 Perusahaan Terduga Karhutla, Rosan Pede Tak Ganggu Investasi

Sebelumnya, Bahlil menjelaskan pemerintah memangkas pasokan gas pipa ke Singapura sebesar 31 BBTUD dari total 409,55 BBTUD. Menurut dia, pengurangan sekitar 8% tersebut tidak melanggar kontrak karena pasokan masih berada di atas batas minimum yang disepakati.

“Batas kontrak minimum kita itu adalah sekitar 91-92 BBTUD, dan kita baru sekitar 8%, terkecuali kita potong 10%, nah itu baru kita melanggar kontrak,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra