- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Sambut Insinyur Muda ASEAN, PLN Pusharlis Pamerkan Inovasi dan Kapabilitas Manufaktur Ketenagalistrikan Nasional
Kredit Foto: Istimewa
PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN Pusharlis) menerima kunjungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Young Engineers of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (YEAFEO), Kamis (22/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang diselenggarakan di Bandung pada 20–22 Oktober 2026.
Melalui agenda Industry Visit tersebut, sebanyak 20 delegasi memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung kapabilitas manufaktur, penguasaan teknologi, serta berbagai inovasi ketenagalistrikan yang dikembangkan PLN Pusharlis. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring profesional antarkomunitas insinyur di kawasan ASEAN.
Kegiatan diawali dengan pengenalan perusahaan yang disampaikan oleh Senior Manager Produksi dan Workshop PLN Pusharlis, Yohanes Sonnie Yuliwar, mewakili General Manager PLN Pusharlis. Dalam paparannya, ia memperkenalkan peran strategis PLN Pusharlis dalam mendukung keandalan sistem ketenagalistrikan melalui kegiatan pemeliharaan, rekayasa teknik, manufaktur, serta pengembangan produk inovasi.
Berbagai kapabilitas tersebut menjadi bagian dari kontribusi PLN Pusharlis dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat penguasaan teknologi, serta mendorong kemandirian industri ketenagalistrikan nasional melalui pengembangan produk dalam negeri.
Dalam sambutannya, Vice Secretary General Persatuan Insinyur Indonesia, Haudi Ramdayuza, yang hadir mewakili Ketua Umum PII, menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero), khususnya PLN Pusharlis, atas kesempatan yang diberikan kepada para delegasi untuk melihat secara langsung praktik keinsinyuran dan pengembangan teknologi di lingkungan PLN.
“Bagi kami, ini bukan sekadar kunjungan industri biasa, ini menjadi momentum untuk memperluas wawasan sekaligus melihat secara langsung kapabilitas penguasaan teknologi manufaktur dalam negeri. Kami berharap kegiatan ini dapat memperluas jaringan profesional dan membuka peluang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi para insinyur muda, khususnya di kawasan ASEAN,” ujar Haudi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Executive Vice President Teknologi dan Engineering PT PLN (Persero), Didik Fauzi Dakhlan, mewakili Direktur Utama PLN. Dalam kesempatan itu, Didik menyampaikan dukungan Direksi PLN terhadap penguatan profesionalisme dan pengakuan kompetensi para praktisi keinsinyuran.
Menurut Didik, registrasi dan pengakuan kompetensi insinyur merupakan bagian penting dalam pengembangan profesionalisme serta pemenuhan ketentuan praktik keinsinyuran yang berlaku. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen PLN untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kompetensi teknis, serta menyiapkan insinyur yang mampu menjawab tantangan transformasi industri ketenagalistrikan.
Salah satu daya tarik utama kunjungan ini adalah kesempatan bagi para delegasi untuk menyaksikan langsung berbagai produk unggulan hasil pengembangan teknologi dan manufaktur PLN Pusharlis. Melalui area pameran produk inovasi, PLN Pusharlis memperkenalkan sejumlah solusi ketenagalistrikan, di antaranya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Pole Mounted Circuit Breaker (PMCB), Battery Energy Storage System (BESS), runner untuk Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), serta Uninterruptible Power Supply (UPS) Mobile.
Beragam produk tersebut mencerminkan kemampuan PLN Pusharlis dalam mengembangkan solusi teknologi yang mendukung kebutuhan operasional ketenagalistrikan, mulai dari sistem distribusi, komponen pembangkit, hingga teknologi penyimpanan energi. Pengembangan produk dalam negeri ini sekaligus menjadi wujud kontribusi PLN Pusharlis dalam memperkuat kapabilitas manufaktur nasional dan mendukung upaya substitusi impor.
Tidak hanya menyaksikan pameran produk, para delegasi juga diajak meninjau langsung fasilitas produksi PLN Pusharlis di Unit Pelaksana Produksi dan Workshop III. Kunjungan dilakukan ke Workshop Electrical dan Workshop Mechanical untuk melihat proses manufaktur, fasilitas produksi, serta penerapan rekayasa teknik dalam pengembangan dan perbaikan peralatan ketenagalistrikan.
Melalui kunjungan tersebut, para insinyur muda ASEAN mendapatkan gambaran mengenai bagaimana kolaborasi antara keahlian teknik, teknologi, dan inovasi diwujudkan dalam proses manufaktur untuk menghasilkan produk yang mendukung keandalan infrastruktur ketenagalistrikan.
Baca Juga: Lebih Cepat dari Target, PLN Rampungkan Energize Gardu Induk Kawasan Ekonomi Khusus
Baca Juga: Jaga Aktivitas Ekonomi, PLN Petakan Titik Rawan Gangguan Listrik
Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai perkembangan teknologi, tantangan industri, serta peluang kolaborasi keinsinyuran di tingkat regional. Interaksi antara PLN Pusharlis dan delegasi ASEAN diharapkan dapat memperluas jejaring profesional sekaligus mendorong penguatan kompetensi dan pengembangan inovasi lintas negara.
Melalui partisipasi dalam rangkaian CAFEO 44, PLN Pusharlis menegaskan perannya sebagai salah satu unit strategis PLN Group yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan manufaktur ketenagalistrikan nasional. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kapabilitas dan karya inovasi dalam negeri kepada komunitas insinyur ASEAN, serta memperkuat semangat kolaborasi menuju industri ketenagalistrikan yang semakin inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra