Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lewat JA SparktheDream Social Challenge 2026, FWD Insurance dan PJI Dorong Siswa SMP Jadi Penggerak Literasi Keuangan

Lewat JA SparktheDream Social Challenge 2026, FWD Insurance dan PJI Dorong Siswa SMP Jadi Penggerak Literasi Keuangan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT FWD Insurance Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) mendorong penguatan literasi keuangan di kalangan pelajar melalui JA SparktheDream Social Challenge 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) untuk mengembangkan inovasi sosial yang mendukung kesejahteraan finansial masyarakat.

Kompetisi tersebut merupakan puncak program JA SparktheDream tahun keempat yang menjangkau lebih dari 2.300 siswa di 12 kota dan kabupaten. Program ini juga menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan.

Penguatan literasi keuangan sejak dini dinilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan kalangan pelajar mencapai 92,76%, sedangkan indeks literasinya baru 62,72%.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Halimatus Sa’diyah, mengatakan pelajar merupakan salah satu segmen prioritas dalam penguatan literasi dan inklusi keuangan karena tingkat pemahaman serta penggunaan layanan keuangan mereka masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Edukasi sejak usia sekolah menjadi investasi penting untuk membangun kemampuan mengelola uang, memahami risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab di masa depan,” ujarnya dalam JA SparktheDream Social Challenge Indonesia Final 2026, Kamis (29/10).

Menurut dia, kolaborasi pemerintah, industri jasa keuangan, sekolah, keluarga, dan organisasi masyarakat diperlukan agar edukasi keuangan semakin relevan dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui JA SparktheDream Social Challenge, siswa tidak hanya mempelajari pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga menerapkan pengetahuan tersebut untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar. Dalam tim, peserta mengidentifikasi isu sosial dan menyusun video pendek yang menjelaskan masalah, solusi yang ditawarkan, serta manfaat yang ingin dicapai.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik, mengatakan pembelajaran keuangan sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk membantu generasi muda menghadapi risiko dan perubahan dalam kehidupan.

“Melalui JA SparktheDream, FWD Insurance berkomitmen membantu mereka membangun kebiasaan finansial yang sehat serta kemampuan mengambil keputusan yang selaras dengan aspirasi mereka. Fondasi ini memberi mereka kepercayaan diri untuk merencanakan masa depan dan meraih peluang,” katanya.

Dalam kompetisi tahun ini, 12 gagasan yang dihadirkan peserta berfokus pada penguatan kebiasaan finansial, peningkatan keamanan keuangan digital, serta pengelolaan keuangan keluarga.

Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung meraih juara pertama melalui FINHABIT, platform interaktif yang menggabungkan latihan, simulasi, dan tantangan kehidupan nyata. Platform tersebut membantu pengguna mempraktikkan pengetahuan keuangan sekaligus mengevaluasi keputusan untuk membangun kebiasaan finansial sehari-hari.

Juara kedua diraih Tim FINSHIELD dari SMP Nation Star Academy Surabaya melalui permainan papan yang dilengkapi kartu skenario penipuan. Inovasi ini mengajak remaja mengenali risiko finansial dan berlatih mengambil keputusan yang aman. FINSHIELD juga dilengkapi jurnal finansial, tantangan bersama keluarga, serta mentor berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama SORA.

Sementara itu, Tim Spensyora dari SMPN 9 Denpasar meraih juara ketiga melalui Cashora, situs web pencatatan uang saku yang memberikan notifikasi ketika pengeluaran meningkat terlalu cepat. Fitur tersebut membantu anak-anak dan keluarga mengevaluasi kebiasaan belanja sebelum uang saku habis.

Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati, mengatakan program ini dirancang agar siswa mampu menerapkan pengetahuan keuangan untuk mengambil keputusan sekaligus memahami persoalan di lingkungan mereka.

“Ketika merancang solusi, mereka perlu mempertimbangkan siapa yang membutuhkan, bagaimana solusi digunakan, dan manfaat yang ingin dicapai. Pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan membantu mereka mempertajam gagasan,” ujarnya.

Menurut Utami, proses tersebut turut mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama, sekaligus membangun kepercayaan diri siswa untuk berkontribusi bagi komunitas.

Dua tim terbaik dalam kompetisi ini berhak mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat Asia Pasifik pada November 2026. Mereka akan bersaing dengan peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Sebelum mengikuti kompetisi nasional, para peserta telah menjalani bootcamp daring untuk mengembangkan solusi literasi keuangan yang relevan dan meningkatkan keterampilan presentasi. Mereka juga memperoleh pendampingan dari sukarelawan FWD Insurance untuk mempertajam gagasan dan mempersiapkan presentasi.

Sejak diluncurkan pada 2023, JA SparktheDream telah menjangkau lebih dari 8.200 siswa di Jakarta, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Cimahi, Surabaya, Sidoarjo, Bogor, Tangerang, Bekasi, Denpasar, dan Semarang.

Melalui kolaborasi tersebut, FWD Insurance dan PJI berupaya memperkuat ekosistem literasi keuangan yang menghubungkan rumah, sekolah, dan komunitas, sekaligus mendorong generasi muda berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Editor: Sufri Yuliardi