Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat proses normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan sebagai langkah antisipasi banjir menjelang musim hujan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pembangunan embung hingga pembenahan aliran sungai yang terhubung menuju Kanal Banjir Barat.
Kawasan Mampang dan sekitarnya merupakan wilayah rawan banjir karena kondisi geografis berupa cekungan. Curah hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik.
"Maka di musim kemarau panjang ini, kita melakukan pembenahan dari ujung, dimulai dengan embung-embung yang kemarin kita bangun. Kemudian, pertemuan antara Kali Mampang dan Kali Krukut juga kita lakukan perbaikan. Saya yakin nantinya masih ada banjir, tetapi volumenya akan berkurang secara signifikan karena sekarang ditangani secara serius," ujar Pramono di lokasi, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Pemprov DKI Salurkan Rp4,6 Miliar Tebus 2.810 Ijazah Warga Jakarta
Berdasarkan data di lapangan, pengerukan Kali Mampang telah mengangkat 4.393 meter kubik sedimentasi dengan sisa pekerjaan 14.727 meter kubik. Sementara itu, pengerukan Kali Krukut telah mengangkat 8.507,3 meter kubik dengan sisa 142.692,7 meter kubik.
Pekerjaan tersebut bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di kawasan Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran, khususnya di wilayah Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.
Selain pengerukan, Pemprov DKI Jakarta melakukan pemeliharaan turap di dua lokasi, yakni Kali Mampang-Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter dan Kali Krukut-Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter.
"Targetnya bukan sekadar memperbaiki satu titik, tetapi memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan. Pemeliharaan turap dan pengerukan harus dilakukan berkelanjutan agar aliran dari Kali Mampang menuju Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat lebih lancar, terutama menghadapi musim hujan," kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembenahan di sejumlah sungai lain, seperti Ciliwung, Cakung Lama, dan Angke, serta saluran air di berbagai wilayah.
"Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Semua selokan dan sungai kita keruk di berbagai tempat. Harapannya, ketika memasuki periode basah setelah El Nino, Pemerintah Jakarta sudah lebih siap menghadapi potensi banjir," ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan DPRD DKI Jakarta agar program penanganan kawasan dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan dukungan terhadap percepatan pengendalian banjir melalui pengerukan dan pembenahan infrastruktur sungai.
"Banyak permasalahan di DKI Jakarta yang tidak mudah, tetapi kami yakin dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, perlahan-lahan kita bisa menyelesaikan masalah banjir ini. Kami di Komisi D maupun DPRD sangat mendukung," tutup Yuke.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah
Tag Terkait: