Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Melemah 0,8% ke Level 5.057,05, Lebih dari 500 Saham Berguguran

IHSG Ditutup Melemah 0,8% ke Level 5.057,05, Lebih dari 500 Saham Berguguran Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (30/10/2026) di zona merah. IHSG turun 41 poin atau 0,8% ke level 5.057,05.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak melemah sepanjang perdagangan. Indeks sempat menyentuh level terendah di 4.979,34 sebelum naik ke posisi tertinggi 5.116,01.

Aktivitas perdagangan di bursa terbilang ramai. Total volume transaksi mencapai 37,62 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp11,65 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,18 juta kali.

Tekanan jual terlihat dari mayoritas saham yang berakhir di zona merah. Sebanyak 523 saham mengalami penurunan, sedangkan 187 saham berhasil menguat dan 81 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Seiring dengan pelemahan IHSG, total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyusut menjadi Rp8.882,51 triliun.

IHSG Menguji Level 5.000

IHSG diperkirakan menguji level psikologis 5.000 pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Proyeksi ini muncul di tengah pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya tekanan inflasi di negara tersebut.

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat, indeks di Wall Street ditutup melemah pada Kamis (29/10/2026). Koreksi terutama dipicu oleh penurunan saham-saham di sektor layanan komunikasi dan teknologi.

Dari sisi makroekonomi, ekonomi AS tumbuh 3,4% pada kuartal III 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 2,2% pada kuartal II 2026. Namun, laju inflasi berdasarkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik menjadi 3,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada September 2026, dari 3,4% pada bulan sebelumnya.

"Perkembangan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar dalam mencermati arah kebijakan moneter AS ke depan," ungkap dia.

Baca Juga: OJK Ungkap Kejanggalan Bursa RI, IHSG Sempat Tak Sejalan Indeks Global

Baca Juga: Belum Ada Tanda Pemulihan, IHSG Sempat Anjlok ke Level 4.990

Baca Juga: IHSG Anjlok 0,76% ke Level 5.059,45, Ratusan Saham Berguguran

Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuan di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026), sesuai perkiraan pasar. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25% pada Jumat (30/10/2026).

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent melemah terbatas dan ditutup di level US$114 per barel. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun (US Treasury yield) juga turun ke bawah level 5%.

Sebaliknya, harga emas spot ditutup melemah 1% ke level US$4.026 per troy ounce pada Kamis (29/10/2026).

Di tengah dinamika pasar global tersebut, investor domestik perlu mencermati pergerakan IHSG yang diperkirakan menguji level 5.000 pada perdagangan hari ini.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan