Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Adira Finance Cetak Laba Rp1,6 Triliun di Tengah Tekanan Daya Beli, Kok Bisa?

Adira Finance Cetak Laba Rp1,6 Triliun di Tengah Tekanan Daya Beli, Kok Bisa? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026 atau tumbuh 56% secara tahunan (yoy). Adapun lonjakan keuntungan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp9,8 triliun, dengan total beban yang relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun.

Lebih lanjut, peningkatan laba tersebut turut ditopang oleh penurunan dua komponen biaya, yakni penurunan beban bunga sebesar 14% dan beban penyisihan nilai sebesar 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” kata Dewa dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menambahkan bahwa perusahaan akan menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, dan peningkatan efisiensi operasional.

"Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Di tengah dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, Perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan," tuturnya.

Dari sisi bisnis, Adira Finance menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun sepanjang Januari–September 2026, meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut berasal dari segmen otomotif maupun nonotomotif.

Per akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan mencapai Rp65,8 triliun atau tumbuh 7% secara tahunan. Sementara, rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross konsolidasian membaik menjadi 1,8% dari 2,1% pada September 2025.

Perbaikan kualitas aset tersebut sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat proses underwriting, pemantauan pembiayaan, dan penagihan (collection).

Untuk diketahui, di tengah berbagai tekanan, pasar otomotif nasional mencatatkan kinerja positif. Sepanjang sembilan bulan 2026, penjualan ritel sepeda motor baru tercatat meningkat 10% menjadi 5,1 juta unit, sedangkan penjualan ritel mobil baru tumbuh 16% menjadi 676 ribu unit.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri