Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Daya Beli Mulai Bangkit, Pembiayaan Adira Finance Melonjak 52% di Awal 2026

Daya Beli Mulai Bangkit, Pembiayaan Adira Finance Melonjak 52% di Awal 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Adira Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebesar 52% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11,9 triliun pada kuartal I-2026.

Seiring dengan pergerakan daya beli masyarakat, Adira Finance menggelar Adira Expo Tebar Promo pada 22–24 Mei 2026 di Basura Mall guna memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan kredit.

Head of Branch SSD Cabang Tebet Adira Finance, Febri Analisto Paksi, mengatakan perusahaan ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan saat ini.

“Adira Expo Tebar Promo merupakan bagian dari strategi kami untuk memperluas akses masyarakat terhadap solusi finansial yang komprehensif dan relevan dengan kebutuhan saat ini. Tidak hanya menghadirkan penawaran yang kompetitif, kami juga ingin membangun engagement yang lebih dekat dengan konsumen melalui pengalaman layanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Dalam pameran tersebut, Adira menawarkan sejumlah promo pembiayaan, seperti bunga kredit mobil mulai 1,99% per tahun atau uang muka mulai 15%, cashback hingga 1 juta adirapoin untuk pembiayaan SolusiDana, hingga fasilitas approval di tempat.

Baca Juga: Adira Ungkap Tantangan Besar Pembiayaan Kendaraan Listrik

Baca Juga: Purbaya Kasih Subsidi Rp5 Juta untuk Motor Listrik, Adira Siap Gas Pembiayaan

Selain itu, terdapat pula kolaborasi ekosistem keuangan MUFG dalam pameran tersebut yang melibatkan Bank DanamonZurich Asuransi Indonesia, dan Home Credit Indonesia guna menghadirkan layanan finansial yang lebih terintegrasi.

Adira menilai pertumbuhan pembiayaan pada awal tahun ini ditopang seluruh segmen bisnis, baik otomotif maupun nonotomotif. Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan juga naik 18% yoy menjadi Rp64,7 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri