Gardu Induk Kawasan Ekonomi Khusus Beroperasi, Investasi Baru dan Ekspansi Industri Berpeluang Meningkat
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Penguatan infrastruktur kelistrikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masuknya investasi baru dan mempercepat ekspansi industri.
Beroperasinya Gardu Induk (GI) 150 kV KEK Kendal, Jawa Tengah beserta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV KEK Kendal Incomer diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bagi investor.
Presiden Direktur PT United Power, Jony Oktavian Haryanto, menyampaikan apresiasi kepada PT PLN (Persero) atas keberhasilan menyelesaikan pembangunan dan mengoperasikan infrastruktur kelistrikan tersebut.
Menurutnya, kehadiran gardu induk menjadi kebutuhan yang telah lama dinantikan para pelaku usaha di KEK Kendal.
Ia menilai ketersediaan listrik yang andal memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendukung pertumbuhan industri di kawasan tersebut.
"Pertama-tama saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) atas beroperasinya Gardu Induk yang ada di KEK," ujar Jony, Jumat (30/10/2026)
Menurut Jony, perkembangan KEK Kendal yang terus menarik investasi dan menghadirkan pabrik-pabrik baru harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama pasokan energi listrik.
Keberadaan GI KEK Kendal dengan kapasitas 4 x 60 MVA diharapkan mampu memperkuat kualitas dan keandalan pasokan listrik bagi kebutuhan industri. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan kegiatan bisnis dan meningkatkan kapasitas produksinya.
"Dengan adanya GI KEK Kendal 4 x 60 MVA ini tentu listriknya harapan kami menjadi lebih bagus, lebih andal," ungkapnya.
Lebih jauh, Jony melihat penguatan infrastruktur kelistrikan tidak hanya berdampak terhadap kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah.
Pertumbuhan industri dan masuknya investasi baru berpotensi mendorong ekspansi usaha, meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, serta membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, ketersediaan listrik yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif, khususnya bagi kawasan industri yang membutuhkan pasokan energi secara berkelanjutan.
Jony berharap kolaborasi antara PT United Power dan PLN dapat terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan listrik industri dapat terpenuhi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di KEK Kendal.
"Ke depan kami juga berharap kolaborasi dengan PT PLN (Persero) terus berjalan dengan lebih baik lagi untuk menghasilkan listrik yang lebih andal, listrik yang lebih bagus," katanya.
Sementara itu, penyelesaian pembangunan GI 150 kV KEK Kendal beserta SUTT 150 kV KEK Kendal Incomer yang tercapai lima bulan lebih cepat dari target menjadi capaian penting dalam pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan kawasan.
Percepatan tersebut memberikan dukungan lebih awal bagi kebutuhan energi pelaku industri, terutama di tengah meningkatnya aktivitas investasi dan ekspansi perusahaan di KEK Kendal.
Baca Juga: Telkom, Danantara, dan PLN Kolaborasi Kembangkan National AI Data Center Hub
Bagi dunia usaha, kepastian pasokan listrik merupakan salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi investasi maupun merencanakan pengembangan kapasitas produksi.
Karena itu, penguatan infrastruktur kelistrikan diharapkan dapat meningkatkan daya saing KEK Kendal dalam menarik investor baru.
Beroperasinya gardu induk ini pada momentum Hari Listrik Nasional ke-81 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara penyediaan infrastruktur energi dan pengembangan sektor industri.
Ke depan, keandalan pasokan listrik diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan investasi, peningkatan aktivitas ekonomi, dan perluasan kesempatan kerja, tidak hanya bagi masyarakat di sekitar KEK Kendal, tetapi juga bagi perekonomian Jawa Tengah dan Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: