- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pendapatan RAAM Tumbuh 32% pada Kuartal III 2026, EBITDA Berbalik Positif
Kredit Foto: MVP
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 32% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp191,49 miliar hingga kuartal III 2026. Kinerja tersebut turut diikuti perbaikan signifikan pada EBITDA yang berhasil berbalik positif setelah mengalami kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, pendapatan RAAM meningkat dari Rp145,42 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp191,49 miliar.
Selain pertumbuhan pendapatan, perseroan juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp24,54 miliar. Capaian ini berbalik dari posisi negatif Rp48,91 miliar pada September 2025.
Sejalan dengan perbaikan tersebut, margin EBITDA RAAM meningkat menjadi positif 13%, dibandingkan negatif 34% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, perseroan masih membukukan rugi bersih setelah pajak sebesar Rp67,25 miliar. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi sejumlah pos nonberulang, yakni kerugian sekitar Rp64,8 miliar dari divestasi 33,33% kepemilikan saham di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN).
Selain itu, RAAM mencatatkan penghapusbukuan sekitar Rp2,9 miliar terkait pengembalian pajak setelah proses pemeriksaan pajak.
Apabila kedua komponen nonberulang tersebut dikecualikan, RAAM mencatatkan laba setelah pajak yang disesuaikan (Adjusted Profit After Tax) sebesar Rp456,02 juta. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kerugian disesuaikan sebesar Rp81,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Tambah Kepemilikan, Kini Ram Punjabi Kuasai 68,84% Saham RAAM
Manajemen RAAM menyebutkan, kinerja hingga September 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya perbaikan bisnis dan kondisi keuangan perseroan.
Pertumbuhan pendapatan serta keberhasilan membukukan EBITDA positif mencerminkan perkembangan bisnis operasional perusahaan. Sementara itu, laba setelah pajak yang disesuaikan menunjukkan perbaikan signifikan setelah mengecualikan dampak transaksi divestasi dan penghapusbukuan pengembalian pajak.
Manajemen menyatakan bisnis film menjadi salah satu kontributor utama kinerja perseroan selama sembilan bulan pertama 2026. Film lokal Cerita Lila disebut menunjukkan potensi kinerja positif dari penayangan film produksi dalam negeri.
"Film telah menopang kinerja kami selama sembilan bulan ini dan Cerita Lila menunjukkan bagaimana sebuah film lokal yang kuat dapat memberikan kontribusi. Kami akan melanjutkan momentum tersebut melalui lebih banyak penayangan film di bioskop, distribusi katalog film yang lebih luas, serta ekspansi jaringan Platinum Cineplex," demikian pernyataan manajemen RAAM.
Perseroan juga menyampaikan bahwa divestasi kepemilikan saham di CMN membuat struktur neraca perusahaan menjadi lebih ringan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan bisnis berikutnya, meskipun strategi dan target keuangan lanjutan belum dirinci dalam keterangan yang tersedia.
Ke depan, RAAM berencana memperkuat bisnis hiburan melalui peningkatan jumlah penayangan film di bioskop, optimalisasi distribusi katalog film, serta perluasan jaringan bioskop Platinum Cineplex.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat sumber pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di industri perfilman dan hiburan Indonesia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah
Tag Terkait: