Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dedi Mulyadi: Tanpa Partisipasi Bapak-ibu Bayar Pajak, Kami Bukan Apa-apa dan Bukanlah Siapa-siapa

Dedi Mulyadi: Tanpa Partisipasi Bapak-ibu Bayar Pajak, Kami Bukan Apa-apa dan Bukanlah Siapa-siapa Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah berada dalam bayang-bayang tekanan fiskal. Hal ini sampai membuat turun gunung sosok dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengatakan publik untuk taat bayar pajak demi Jabar.

Ia secara khusus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk taat membayar pajak, terutama pajak kendaraan bermotor, sebagai wujud nyata gotong royong dalam menyelamatkan roda pembangunan dan pelayanan publik di Tanah Pasundan.

Baca Juga: Sentil Absennya Gibran di Tiap Sidang, Denny Indrayana: Dia Telah Merendahkan MK

Dedi menyadari betul bahwa napas pemerintahan daerah saat ini sangat bergantung pada kepatuhan wajib pajak. Ketergantungan ini tercermin dari Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kamis (29/10/2026).

Kas Pemprov Jabar tercatat di angka Rp567,94 miliar. Di sisi lain, laju penerimaan harian daerah hanya menyentuh Rp13,37 miliar, yang harus diputar kembali untuk menutupi berbagai pengeluaran krusial, mulai dari belanja hibah, bantuan keuangan ke desa-desa, hingga belanja modal infrastruktur.

"Di tengah tekanan fiskal pemda yang dialami, masyarakat masih bahu-membahu, bergotong royong bersama-sama memberikan bantuan terhadap provinsi dalam bentuk pembayaran pajak, terutama pajak kendaraan bermotor," ungkap Dedi dikutip Sabtu (31/10/2026).

Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan bahwa sokongan dana dari kantong masyarakat adalah pilar penopang yang membuat roda birokrasi tetap bisa berjalan. Dengan nada merendah, ia mengakui bahwa eksistensi para pejabat dan pemerintah daerah tidak akan ada artinya tanpa ketaatan warga.

"Tanpa partisipasi Bapak dan Ibu semua, kami bukan apa-apa dan kami bukan siapa-siapa," tuturnya.

Dedi menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila kualitas pelayanannya sejauh ini belum mampu memuaskan ekspektasi publik. Ia berjanji akan menjadikan kondisi ini sebagai bahan introspeksi dan evaluasi menyeluruh.

Dedi juga mendesak warganya untuk tidak hanya pasif sebagai penyumbang pajak, tetapi harus berani bertindak sebagai pengawas jalannya pemerintahan.

Baca Juga: Media Malaysia Kaget Indonesia Akan Buat Jemaah Umrah Tak Lagi Transit di Kuala Lumpur dan Singapura

"Kami akan terus mengoreksi diri, introspeksi agar layanan kami bisa memuaskan seluruh warga di Jawa Barat. Tugas kami melayani, tugas bapak dan ibu berpartisipasi dan mengoreksi," tegas Dedi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar