Kredit Foto: Ist
Polemik dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) yang terus bergulir disebut mulai mempengaruhi cara mantan Presiden RI tersebut berkomunikasi di hadapan publik. Jika sebelumnya cenderung memilih tidak banyak berkomentar, kini Jokowi dinilai mulai menunjukkan sikap bertahan sekaligus melancarkan serangan balik.
Perubahan gaya komunikasi tersebut menjadi perhatian analis komunikasi politik Hendri Satrio. Ia melihat Jokowi mulai memperhitungkan perkembangan situasi dan atmosfer politik ke depan, terutama setelah polemik ijazah turut menyeret nama putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kalau kita melihat langkah yang dilakukan oleh Pak Jokowi, ini kan dia seperti dalam posisi bertahan, kemudian mencoba untuk balik menyerang," kata Hendri dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Politisi PSI: Gibran Muncul sebagai Wapres Karena Tuntutan Zaman
Hendri menduga, pada awalnya Jokowi tidak memperkirakan persoalan ijazahnya akan berkembang menjadi polemik sebesar sekarang. Namun, situasi berubah ketika isu tersebut turut merembet ke Gibran. Kondisi itu dinilai membuat Jokowi merasa perlu keluar memberikan respons yang lebih terbuka.
"Mungkin perhitungan beliau saat itu ijazahnya dia tidak sepanas ini, tapi kemudian mulai masuk ke arah Mas Gibran sekarang, sehingga dia merasa bahwa kenapa kemudian dia diserang. Oleh karena itu dia berusaha untuk keluar saat ini untuk memberikan hal lain gitu," ungkap Hendri.
Tak hanya perubahan intensitas komentar, Hendri juga menyoroti pilihan kata Jokowi ketika menanggapi berbagai tudingan. Istilah seperti “penumpang gelap” hingga “operasi politik” dinilainya memperlihatkan pendekatan komunikasi yang berbeda dari sebelumnya.
"Ini kan kali pertama, kemudian Pak Jokowi berkata bahwa ada penumpang gelap, ada operator politik, ada operasi politik dan lain-lain. Ini kan serangan baliknya Pak Jokowi. Biasanya dia nggak bicara setajam ini," imbuh dia.
Baca Juga: Budi Arie Singgung Jokowi Pimpin PSI: Ini Bukan Soal Ego, Ini Urusan Bangsa
Hendri mengaku cukup terkejut melihat perubahan cara Jokowi menghadapi persoalan tersebut. Ia membandingkannya dengan sikap Jokowi sebelumnya yang cenderung tidak banyak berbicara.
"Kalau seputar ijazah dia tidak terlalu banyak bicara, tunggu waktunya. Kalau Mas Gibran dia bilang sudah Mas Gibran sudah kuliah dan lain-lain dan lain-lain. Ini sikap yang berbeda begitu yang ditunjukkan oleh Pak Jokowi," lanjutnya.
Bagi Hendri, perbedaan respons tersebut menjadi sinyal bahwa polemik ijazah mulai mempengaruhi sikap komunikasi politik Jokowi. Terlebih, persoalan yang terus berkembang itu dinilai belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
"Artinya memang Pak Jokowi sudah mulai terganggu dengan kasus ini yang nampaknya juga tidak akan selesai dalam waktu dekat," tambah Hendri.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: