- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Employee Volunteering Makin Populer, Perusahaan Didorong Perkuat Dampak Sosial
Kredit Foto: Ist
Praktik employee volunteering atau kegiatan kesukarelawanan karyawan kian diminati oleh berbagai perusahaan di Indonesia.
Tren ini dinilai tidak hanya memperluas kontribusi sosial, tetapi juga memperkuat keterlibatan (engagement) karyawan dalam menjalankan program keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.
Pemimpin Redaksi Majalah MIX MarComm, Lis Hendriani, mengungkapkan bahwa kategori employee volunteering menunjukkan perkembangan yang paling menonjol dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan partisipasi ini turut didominasi oleh perusahaan multinasional dan sektor keuangan yang beroperasi di Indonesia.
"Melalui tema ini, kami berharap perusahaan-perusahaan lokal Indonesia dapat memperoleh pembelajaran dan inspirasi dalam mengembangkan inisiatif keberlanjutannya," ujar Lis dalam Communication & Sustainability Forum 2026.
Meski trennya terus meningkat, implementasi employee volunteering di Indonesia dinilai masih memiliki ruang untuk dioptimalkan. Sebagian besar program di Tanah Air masih bersifat insidental—seperti kunjungan panti asuhan, pembagian sembako, donor darah, hingga penanaman pohon.
Sebaliknya, sejumlah perusahaan global telah mengintegrasikan kegiatan sukarela ini langsung ke dalam perencanaan sumber daya manusia (human resources plan). Beberapa di antaranya bahkan menyediakan platform digital khusus bagi karyawan dan menyelenggarakan Global Volunteering Day secara serentak lintas negara.
Pengelolaan yang terstruktur semacam ini dinilai krusial agar kontribusi karyawan tidak sekadar menjadi kegiatan sosial sesaat, melainkan bagian dari pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals /SDGs).
Dalam ajang penghargaan tahun ini, penilaian kategori employee volunteering dan cause promotion tidak hanya didasarkan pada dokumen program dan wawancara, melainkan juga melibatkan pengukuran engagement rate di ruang digital. MIX MarComm menggandeng Ivosights dengan perangkat digital listening tool Ripple10 untuk mengukur respons positif publik serta apresiasi terhadap program yang dijalankan.
Proses penjurian ketat ini melibatkan tiga pakar keberlanjutan berpengalaman, yakni Sonny S. Sukada (Executive Director Perhimpunan Filantropi Indonesia), Restu Pratiwi (spesialis pengembangan sosial), dan Dr. Muhrina Anggun Sari Hasibuan (pakar keberlanjutan PT Surveyor Indonesia).
Penyelenggara menggunakan sistem penilaian berbasis predikat, yakni Excellent, Very Good, Good, dan Moderate di mana hanya program dengan predikat minimal Good yang berhak menerima sertifikat penghargaan.
Ajang ini mencakup total tujuh kategori inisiatif keberlanjutan, mulai dari creative philanthropy, employee volunteering, hingga circular economy dan creating shared value (CSV).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: