Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menyoroti lonjakan harga cabai yang kini mencapai tingkat mengkhawatirkan. Bahkan, harga cabai per kilogram disebut sudah menyamai harga daging per kilogram. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian inflasi pangan atau volatile food di Indonesia.
Destry mengungkapkan, kenaikan harga cabai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius karena tekanan inflasi pangan tidak bisa diselesaikan hanya melalui kebijakan moneter. Pasalnya, sumber persoalan komoditas pangan lebih banyak berasal dari sisi pasokan.
"Cabai ini cabai harganya naiknya luar biasa, harga cabai satu kilo udah kayak harga daging satu kilo, jadi ini PR," ujar Destry dalam RAPIMNAS KADIN 2026, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Menurut Destry, karakteristik inflasi pangan berbeda dengan tekanan harga yang bersumber dari permintaan masyarakat. Karena itu, kebijakan yang hanya diarahkan untuk mengendalikan permintaan justru berisiko menahan aktivitas ekonomi tanpa menyelesaikan akar persoalan pasokan.
"Inflasi di volatile food itu kan supply side, gak mungkin bisa selesai dengan kita memberi, kita melakukan kebijakan yang lebih mengarah ke demand side, yang ada malah nanti ekonominya malah gak bergerakkan," jelasnya.
Destry juga menyinggung persoalan distribusi beras meskipun stok nasional telah mencapai 4,9 juta ton. Menurutnya, ketersediaan stok yang besar belum tentu menjamin harga terkendali apabila distribusi ke masyarakat masih menghadapi kendala.
"Stok beras itu sebenarnya banyak, 4,9 juta ton, dan itu sebenarnya the highest ever, tapi ternyata mungkin ada masalah distribusi yang perlu diperhatikan," ungkapnya.
Baca Juga: Destry Perpanjang DP 0% Kredit Kendaraan hingga 2027, Apa Dampaknya bagi Konsumen?
Baca Juga: Gubernur BI Blak-blakan, Rupiah Punya PR Besar di Sektor Ekspor dan Investasi
Ia menegaskan, persoalan inflasi pangan tidak dapat ditangani BI sendirian. Sebab, penanganannya membutuhkan kebijakan dari sisi produksi dan distribusi yang melibatkan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya.
Destry mengatakan, BI telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden. Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar persoalan pasokan pangan dapat ditangani secara lebih tepat, sehingga kenaikan harga komoditas tidak terus membebani masyarakat.
"Ini juga kami waktu sampaikan kepada Bapak Presiden, karena gak mungkin BI menangani ini sendiri," tuturnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: