Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba PT Timah Meroket 584% pada Kuartal III/2026, Tembus Rp4,12 Triliun

Laba PT Timah Meroket 584% pada Kuartal III/2026, Tembus Rp4,12 Triliun Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan laba bersih sebesar Rp4,12 triliun hingga kuartal III/2026. Capaian tersebut melonjak 584,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp602,42 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, lonjakan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp16,15 triliun. Pendapatan ini tumbuh 144,4% dibandingkan periode Januari–September 2025 sebesar Rp6,61 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan PT Timah turut meningkat menjadi Rp9,60 triliun dari Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, perusahaan mampu meningkatkan laba bruto menjadi Rp6,55 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,46 triliun.

Kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan penguatan. PT Timah mencatatkan laba usaha sebesar Rp5,60 triliun, melonjak dibandingkan Rp807,25 miliar pada Januari–September 2025.

Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp5,65 triliun, meningkat dari Rp812,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: PT Timah Raih Fasilitas Kredit Talangan DHE-SDA Senilai Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Baca Juga: Mahasiswi UI Fatimah Azzahra Tuai Pujian, Dinilai Berhasil Meredam Ego Rocky Gerung

Di sisi lain, beban pajak penghasilan perusahaan turut meningkat menjadi Rp1,53 triliun dari sebelumnya Rp210,38 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, PT Timah membukukan laba periode berjalan sebesar Rp4,12 triliun hingga 30 September 2026, dibandingkan Rp602,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: