Kredit Foto: Istimewa
PT Timah (Persero) Tbk (TINS) masih mengandalkan pasar ekspor sebagai sumber utama pendapatan. Hingga kuartal III/2026, penjualan ke pasar luar negeri mencapai Rp15,09 triliun atau setara 93,5% dari total pendapatan perusahaan sebesar Rp16,15 triliun. Sebaliknya, kontribusi pasar domestik hanya mencapai 6,5%.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, penjualan ekspor PT Timah melonjak 163,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,73 triliun. Sementara itu, penjualan lokal hanya mencapai Rp1,05 triliun, meskipun meningkat 19,6% dibandingkan periode Januari–September 2025 sebesar Rp882,22 miliar.
Perbedaan pertumbuhan tersebut semakin memperlebar dominasi pasar ekspor terhadap pendapatan perusahaan. Pada periode yang sama tahun lalu, penjualan ekspor menyumbang sekitar 86,6% dari total pendapatan PT Timah sebesar Rp6,61 triliun. Artinya, kontribusi ekspor meningkat sekitar 6,9 poin persentase dalam setahun.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis PT Timah masih sangat bertumpu pada permintaan pasar luar negeri. Meski penjualan domestik tetap tumbuh, kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan belum mampu mengimbangi besarnya penjualan ekspor.
Konsentrasi pendapatan juga terlihat dari sisi pelanggan. PT Timah mencatatkan transaksi dengan MIND ID Trading Limited sebesar Rp7,03 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,89 triliun.
Selain itu, Ara Metals & Minerals Pte Ltd menyumbang transaksi pendapatan sebesar Rp2,80 triliun. Secara gabungan, kedua pelanggan tersebut menyumbang sekitar Rp9,83 triliun atau 60,9% dari total pendapatan konsolidasian perusahaan.
Baca Juga: PT Timah Raih Fasilitas Kredit Talangan DHE-SDA Senilai Rp4 Triliun dari Bank Mandiri
Baca Juga: PT Timah Peroleh Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri, Ada Apa?
Dari sisi segmen usaha, pertambangan timah menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan eksternal mencapai Rp14,50 triliun. Nilai tersebut setara sekitar 89,8% dari total pendapatan konsolidasian PT Timah hingga September 2026.
Adapun segmen industri menyumbang Rp1,30 triliun, pertambangan batu bara Rp127,09 miliar, segmen lainnya Rp198,91 miliar, dan konstruksi Rp27,72 miliar.
Secara keseluruhan, PT Timah membukukan pendapatan Rp16,15 triliun hingga kuartal III/2026, meningkat 144,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: