Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PSI: Gibran sedang Berusaha Keras Buktikan Dirinya Bisa Bantu Prabowo

PSI: Gibran sedang Berusaha Keras Buktikan Dirinya Bisa Bantu Prabowo Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tengah berupaya menunjukkan kemampuannya dalam membantu Presiden Prabowo Subianto menjalankan program-program strategis nasional. 

Pernyataan tersebut disampaikan Dedy melalui akun X miliknya. Ia mengawali pandangannya dengan menyinggung karakter generasi milenial yang menurutnya lebih santai dan tidak terlalu memusingkan penilaian orang lain.

"Kalau kata kawan saya yang tinggal di USA, Gibran itu memang sudah harus muncul sebagai generasi yang mewakili kelompok millenial karena ia memahami bagaimana culture gen Millenial yang memang terlihat lebih santai dan ngga begitu ambil pusing dengan apa kata tetangga," tulisnya di akun X, dikutip Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Pengamat: Prabowo Jangan Ragu Pecat 17 Menteri Titipan Sebelum 2027

Dedy kemudian menyebut Gibran tengah berusaha keras membuktikan bahwa dirinya mampu membantu keberhasilan program-program strategis nasional yang dijalankan Presiden Prabowo.

"Dan @gibran_tweet sedang berusaha sekeras mungkin untuk membuktikan dirinya bisa membantu program-program strategis nasional dari Presiden Prabowo Subianto agar berhasil," ujarnya.

Di sisi lain, Dedy melontarkan kritik terhadap Denny Indrayana dan sejumlah pihak yang terlibat dalam gugatan terkait persoalan pendidikan Gibran. 

"Sementara @dennyindrayana dkk sudah terlihat cacat karena pertama masuk ruang sidang MK dengan cara illegal karena ngga punya legal standing padahal dia adalah ahli hukum tata negara," ungkap Dedy.

Baca Juga: PDIP Disentil soal Suket Gibran: Dulu Dijual, Sekarang Ngeles

Ia juga mempermasalahkan keputusan Denny yang menggugat ke PTUN, tetapi kemudian mencabut gugatan tersebut. 

"Kedua, ia yang menggugat di PTUN dan dia juga yang cabut gugatan itu karena alasan ngga jelas. Ke-tiga, sebagai ahli hukum tata negara meninggalkan sidang yang sedang berlangsung adalah aktivitas orang yang ngga ngerti bagaimana proses persidangan berlangsung," imbuhnya.

Dari serangkaian kritik tersebut, Dedy kemudian menyampaikan penilaian keras terhadap Denny. Ia menuding Denny tidak menunjukkan sikap yang konsisten dalam menyikapi dinamika demokrasi di Indonesia.

"Kesimpulan saya, Denny Indrayana ini adalah orang linglung yang sedang teler dalam ruang demokrasi Indonesia," tutup Dedy Nur.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: