Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Raup Laba US$43,8 Juta, RAJA Bidik Dana Rp1,2 Triliun dari Obligasi dan Sukuk

Raup Laba US$43,8 Juta, RAJA Bidik Dana Rp1,2 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan laba bersih sebesar US$43,8 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$24,1 juta. Di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan energi terintegrasi ini menawarkan obligasi dan sukuk wakalah dengan tingkat kupon dan imbal hasil hingga 9% per tahun.

Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, mengatakan pertumbuhan laba ditopang oleh strategi diversifikasi portofolio, pengelolaan biaya, serta kontribusi investasi strategis, termasuk kepemilikan saham di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

“Kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa strategi diversifikasi portofolio Perseroan berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Meskipun bisnis downstream sempat menghadapi gangguan operasional, Perseroan tetap mencatat pertumbuhan laba yang kuat berkat disiplin pengelolaan biaya dan kontribusi investasi strategis, termasuk HCML yang telah memberikan dampak positif pada tahun pertama investasinya,” ujar Djauhar dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Sepanjang Januari–September 2026, RAJA mencatat pendapatan sebesar US$203,9 juta, tumbuh 4% dibandingkan US$196 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba kotor meningkat 26% menjadi US$71,2 juta, sedangkan laba usaha naik menjadi US$54,1 juta dari US$40,5 juta.

Pertumbuhan laba juga ditopang pendapatan investasi sebesar US$13,2 juta dari kepemilikan 20% saham di HCML serta peningkatan pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). Selain itu, perusahaan membukukan keuntungan gain on bargain purchase sebesar US$3,9 juta dari transaksi akuisisi SMS Development Ltd. melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Dari sisi operasional, beban pokok pendapatan turun 5% menjadi US$132,7 juta. Penurunan tersebut antara lain disebabkan berkurangnya volume pembelian gas akibat gangguan jaringan pipa gas di Sumatera.

Di sisi pendanaan, RAJA menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026 senilai Rp1,01 triliun dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026 senilai Rp191,6 miliar. Total nilai kedua instrumen mencapai sekitar Rp1,20 triliun.

Obligasi dan sukuk ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon dan imbal hasil 8,50% per tahun, sedangkan Seri B memiliki tenor lima tahun dengan kupon dan imbal hasil 9% per tahun.

Kedua instrumen memperoleh peringkat idA+ untuk obligasi dan idA+(sy) untuk sukuk dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Oktober–4 November 2026, dengan rencana pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 11 November 2026.

Baca Juga: ENRG Tambah Utang Rp500 Miliar Melalui Obligasi, Dana Besar Mengalir ke Anak Usaha

Baca Juga: BEI Catat 7 IPO Himpun Rp2,16 Triliun, Pipeline Obligasi Capai Rp132,98 Triliun

Perseroan menyatakan dana hasil penerbitan akan digunakan untuk pelunasan dipercepat sejumlah fasilitas pinjaman bank perseroan dan anak usaha serta modal kerja.

Memasuki kuartal IV 2026, RAJA memprioritaskan pemulihan volume penjualan gas, penyelesaian proyek infrastruktur energi, dan optimalisasi kontribusi portofolio investasi.

“Ke depan, kami akan menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fundamental bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham,” kata Djauhar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri