Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Demi Bobby Nasution Jadi Wapres, Hal Besar Ini yang Harus Dikorbankan Prabowo!

Demi Bobby Nasution Jadi Wapres, Hal Besar Ini yang Harus Dikorbankan Prabowo! Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai peluang Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai wakil presiden pengganti Gibran Rakabuming Raka cukup kecil.

Menurutnya, jika Prabowo nekat menjadikan Bobby sebagai wapres setelah Gibran resmi mengundurkan diri, stabilitas politik berpotensi terganggu.

Ginting menilai, selain tidak sepopuler Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Bobby juga pernah dipecat dari PDIP bersama mertuanya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), serta Gibran.

"Kalau Prabowo mengambil Bobby Nasution dasarnya apa? Kalah pamor dengan KDM misalnya kan. Ini Bobby kan Gerindra ya. Iya (geng Solo) Tapi pecatan juga dari PDIP," ujar Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (2/11).

"Sementara tentu Prabowo dalam kondisi seperti ini dia sedang berpikir untuk stabilitas konsolidasi politik perlu berbaik-baik hati dengan PDIP. Kalau Bobby yang diambil, PDIP enggak akan dukung kan repot," lanjutnya.

Sebagai informasi, Gibran saat ini tengah didesak untuk mundur dari jabatan wapres buntut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait persoalan ijazahnya.

Baca Juga: Dua Nama Bakal Diajukan ke MPR, Siapa Saja Figur Pilihan Prabowo untuk Gantikan Gibran?

Pada 6 Oktober 2026, dalam pertimbangan hukumnya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang setara dengan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

Sementara itu, pada 30 Oktober 2026, MA menyatakan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan SMA luar negeri milik Gibran tidak sah dan batal demi hukum.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya