Kredit Foto: Chandra Asri Group
Industri petrokimia dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 60% kebutuhan nasional. Artinya, sekitar 40% kebutuhan bahan baku untuk berbagai sektor industri masih bergantung pada pasokan impor.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi mengatakan, kebutuhan produk petrokimia di Indonesia masih berpotensi tumbuh seiring perkembangan industri pengguna. Perusahaan memperkirakan permintaan produk tersebut dapat meningkat sekitar 5%-6% per tahun.
"Kalau GDP kita katakan 5%, pertumbuhan untuk permintaan itu bisa 6%," ujar Suryandi dalam acara pemaparan kinerja dan strategi bisnis Chandra Asri, Senin (2/11/2026).
Menurut dia, tanpa penambahan kapasitas produksi di dalam negeri, ketergantungan terhadap impor berisiko semakin besar dalam lima hingga enam tahun mendatang.
Suryandi menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi produsen petrokimia nasional, terutama ketika produk impor dengan harga lebih murah masuk ke pasar domestik.
Dia mencontohkan produk dari China yang memiliki daya saing harga karena dukungan pemerintah, bahan baku kompetitif, serta penggunaan teknologi produksi berbasis etena.
"Permintaan dari produk petrokimia itu yang bisa dipenuhi oleh industri Indonesia sendiri hanya sekitar 60%. 40%-nya masih impor," katanya.
Baca Juga: Pendapatan Chandra Asri Tembus Rp137 Triliun, Didorong Kilang Minyak dan Petrokimia di Singapura
Baca Juga: Investasi Rp15 Triliun, Chandra Asri Bangun Bisnis Baru di Luar Petrokimia
Di tengah persaingan tersebut, Chandra Asri berupaya mempertahankan pasar melalui peningkatan layanan kepada pelanggan dan pengembangan produk yang lebih spesifik. Perusahaan juga berupaya menjaga kelancaran operasional agar pasokan bagi industri hilir tidak terganggu.
Suryandi menambahkan, pertumbuhan permintaan bahan kimia dan petrokimia akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat. Maka dari itu, perusahaan memperkirakan kebutuhan produk seperti polipropilena dan polietilena masih memiliki prospek pertumbuhan.
Dia berharap industri petrokimia domestik dapat terus memperkuat kapasitas dan daya saing agar kebutuhan sektor hilir tidak semakin bergantung pada produk impor.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan