Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pusat Finansial Internasional Indonesia Belum Siap Beroperasi, Ini Kata Airlangga

Pusat Finansial Internasional Indonesia Belum Siap Beroperasi, Ini Kata Airlangga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum memastikan jadwal operasional Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah masih mempersiapkan pembentukan lembaga tersebut sebelum nantinya resmi beroperasi. 

Saat ditanya apakah PFII dapat mulai beroperasi pada tahun ini atau baru tahun depan, Airlangga belum memberikan kepastian. Dia mengatakan pemerintah masih melakukan sejumlah persiapan. 

"Kita lagi siapin dulu," kata Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (2/11/2026). 

Tak hanya jadwal operasional, Airlangga juga belum mengungkapkan struktur organisasi PFII. Menurutnya, susunan organisasi lembaga tersebut akan diumumkan pada kesempatan berikutnya. 

"Nanti diumumkan," singkatnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan pengembangan PFII sebagai pusat keuangan internasional untuk meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan global. 

Airlangga sebelumnya menyampaikan pengembangan PFII akan dimulai dari Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Bali. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi turunan dan kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung operasionalnya. 

Baca Juga: Airlangga Buka Suara soal Isu QRIS Bakal Kena Pajak: Nanti Kita...

Baca Juga: Beban Belanja Pegawai Pemda Membengkak, Pemerintah Pusat Carikan Solusi

Pengembangan PFII direncanakan mengacu pada model Dubai International Financial Center (DIFC). Namun, hingga saat ini pemerintah masih mematangkan berbagai persiapan sebelum mengumumkan tahapan pembentukan dan operasional lembaga tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra