Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Siapkan Kerja Sama Rp36 Triliun dengan RI, Danantara Ikut Terlibat

AS Siapkan Kerja Sama Rp36 Triliun dengan RI, Danantara Ikut Terlibat Kredit Foto: Komdigi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) menjajaki peluang kerja sama komersial dengan Indonesia senilai lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun. Kesepakatan tersebut mencakup sektor energi serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Pembahasan kerja sama itu dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi, Jacob Helberg, saat berkunjung ke Jakarta pada Jumat (30/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian lawatan regional yang juga mencakup Singapura dan Jepang.

Berdasarkan keterangan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Helberg menggelar pertemuan dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Pertemuan tersebut membahas upaya mendorong kesepakatan komersial perusahaan-perusahaan AS di bidang energi dan TIK dengan nilai lebih dari US$2 miliar.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi, mendorong pertumbuhan industri, serta mengembangkan konektivitas tepercaya bagi kedua negara.

Selain bertemu dengan jajaran pemerintah, Helberg juga melakukan pembicaraan dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budisatrio Djiwandono. Agenda tersebut berfokus pada penguatan hubungan ekonomi Indonesia-AS, termasuk memperluas perdagangan dan investasi bilateral.

Dalam rangkaian kunjungannya, Helberg turut menghadiri jamuan makan malam bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menjajaki peluang pengembangan kerja sama di bidang teknologi, ekonomi digital, dan industri. Kedua negara juga membahas pembangunan rantai pasok yang aman.

"Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki peluang peningkatan kerja sama di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pengembangan industri, termasuk pembangunan rantai pasok yang aman," demikian pernyataan Kedutaan Besar AS.

Baca Juga: KPK Siapkan Strategi Ini Sebelum Panggil Kembali Nusron Wahid yang 2 Kali Mangkir

Kedutaan Besar AS menilai kunjungan Helberg mencerminkan kuatnya Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kedua negara juga disebut memiliki komitmen untuk memperluas kolaborasi dalam bidang perdagangan, investasi, dan teknologi.

Pemerintah AS berharap hasil pembahasan selama kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi peluang konkret bagi dunia usaha kedua negara.

"Pihak AS juga berharap pembahasan dalam kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti untuk menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara serta memperkuat rantai pasok yang aman dan tangguh di kawasan Indo-Pasifik," demikian keterangan Kedutaan Besar AS.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti