Kredit Foto: Istimewa
Politikus Partai Demokrat Andi Arief membantah tudingan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengincar posisi wakil presiden di tengah polemik surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka.
Andi menegaskan, AHY tidak berniat memanfaatkan persoalan hukum yang menyeret Gibran untuk merebut kursi orang nomor dua di Indonesia. Menurutnya, Demokrat justru ingin menempuh persaingan politik melalui pemilihan umum setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berakhir.
Andi juga memberikan pembelaan kepada Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Jansen Sitindaon yang sebelumnya menyarankan Gibran mundur atau dimundurkan menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) terkait dokumen penyetaraan pendidikan tersebut.
Ia menyebut Jansen merupakan salah satu kader yang menjadi rujukan partai dalam menyusun analisis hukum. Andi juga menyebut sejumlah kader Demokrat lainnya yang memiliki latar belakang dan kompetensi di bidang hukum.
"Kawan saya @jansen_jsp adalah salah satu sumber rujukan analisis hukum Partai Demokrat bersama @bennyharman, @DidikMukrianto, @KlerMehbob dll. Mereka memang sekolah di bidang hukum dan sangat serius dan objektif," tulis Andi melalui akun X pribadinya, dikutip Selasa (3/11/2026).
Andi menilai pandangan Jansen mengenai putusan MA bukan pendapat yang berdiri sendiri. Ia menyebut sejumlah pakar hukum, termasuk mantan Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, dan pakar hukum Margarito Kamis, memiliki pandangan yang sejalan.
"Dalam hal putusan MA soal suket wapres, pendapat Jansen sama dengan pendapat para ahli lain seperti Pak Prof @mohmahfudmd, Pak Prof @JimlyAs dan Pak Prof Margarito dan lain-lain. Kalau ada bantahan terhadap pendapat Jansen, kemukakan saja. Kalau ada," bebernya.
Karena itu, Andi mempersilakan pihak yang tidak sepakat dengan analisis Jansen untuk menyampaikan bantahan disertai argumentasi. Ia menegaskan perbedaan pendapat seharusnya dijawab melalui adu gagasan, bukan sekadar kritik tanpa penjelasan.
Meski membantah AHY mengincar posisi wakil presiden saat ini, Andi tidak menutup peluang bagi Ketua Umum Demokrat tersebut untuk suatu saat memimpin Indonesia. Menurutnya, AHY sebagai pemimpin partai politik harus siap apabila mendapat kesempatan.
Baca Juga: Denny Indrayana Bicara Siapa Sosok Terbaik Pengganti Gibran, Tentu Saja...
Namun, Andi kembali menegaskan bahwa Demokrat tidak ingin membangun ambisi politik melalui polemik jabatan Gibran. Ia menyebut AHY lebih memilih mengikuti kompetisi politik melalui pemilu setelah era pemerintahan Prabowo.
"AHY dituduh PSI akan menjadi wapres, tentu wajar kalau memang ada kesempatan memimpin Indonesia AHY harus siap. Tetapi, tidak sekarang, AHY akan memilih jalan berkompetisi melalui pemilu yang 'baik' setelah era Pak Prabowo," pungkasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy