Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Larang Ekspor SDA Transit di Negara Lain, Politikus Muda Golkar Sebut Menteri Paling Berani

Bahlil Larang Ekspor SDA Transit di Negara Lain, Politikus Muda Golkar Sebut Menteri Paling Berani Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Zigo Rolanda, mendukung instruksi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) Indonesia dikirim langsung ke negara tujuan tanpa melalui pelabuhan perantara di negara lain.

Zigo menilai kebijakan tersebut berkaitan dengan pencatatan neraca perdagangan serta penerimaan devisa dan pajak negara. Menurut dia, pengiriman melalui negara perantara berpotensi mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya tercatat di Indonesia.

“Barang kita yang punya, kekayaan alam kita yang punya, maka ekspor harus langsung dari Indonesia ke negara tujuan agar pencatatan neraca perdagangan serta penerimaan devisa dan pajak masuk penuh ke kas negara,” kata Zigo, Selasa (3/11/2026).

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar itu juga menilai pengiriman melalui negara perantara dapat memengaruhi posisi tawar Indonesia dalam hubungan ekonomi dan geopolitik.

Selain kebijakan ekspor langsung, Zigo menanggapi sejumlah kebijakan lain yang disampaikan Bahlil dalam forum Minerba Convex 2026. Ia mendukung aturan afirmatif yang memprioritaskan pengusaha daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pengelolaan Izin Usaha Pertambangan (IUP), termasuk keterlibatan kontraktor lokal.

Menurut Zigo, kebijakan tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat daerah untuk terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi di wilayahnya.

Ia juga menilai penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) diperlukan untuk mengendalikan pasokan agar harga komoditas nasional tetap stabil. Selain itu, ia mendukung fokus pembangunan smelter pada pengolahan produk jadi atau produk akhir untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Sebelumnya, Bahlil meminta agar seluruh produk energi dan mineral yang diekspor Indonesia dikirim langsung ke negara tujuan. Instruksi itu disampaikan dalam pembukaan Minerba Convex 2026 di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: Jajaki Kerja Sama Pertanian, Dubes UEA Tinjau Lahan dan Fasilitas Benih Sang Hyang Seri

Bahlil secara khusus menginstruksikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM serta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) agar pengiriman gas alam cair atau LNG dilakukan langsung ke negara pembeli.

Ia mencontohkan ekspor LNG ke Jepang dan Korea Selatan yang diminta tidak lagi melalui negara transit.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: