Kredit Foto: MPMX
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp539 miliar pada sembilan bulan pertama 2026 (9M26). Capaian tersebut meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pendapatan bersih perusahaan relatif stabil.
Berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit, MPMX mencatat pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp11,98 triliun hingga September 2026. Angka tersebut turun tipis 0,2 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Di tengah pendapatan yang relatif terjaga, perusahaan berhasil meningkatkan sejumlah indikator profitabilitas. Laba kotor tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp1,095 triliun, sedangkan laba usaha meningkat 19 persen menjadi Rp585 miliar.
Perbaikan tersebut juga tercermin dari peningkatan margin. Margin laba kotor naik menjadi 9,1 persen dari sebelumnya 8,5 persen. Margin laba usaha meningkat menjadi 4,9 persen dari 4,1 persen, sementara margin laba bersih mencapai 4,5 persen dibandingkan 3,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, kinerja MPMX ditopang oleh perbaikan profitabilitas pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi. Sementara itu, segmen pembiayaan berhasil memperkecil kerugian bersih.
Pada segmen distribusi dan ritel, MPMX mencatat pendapatan bersih sebesar Rp11,31 triliun atau tumbuh tipis 0,2 persen YoY.
Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor pada bisnis distribusi.
Pada bisnis distribusi, pendapatan penjualan sepeda motor MPMulia turun 1 persen YoY menjadi Rp9,41 triliun. Namun, pendapatan penjualan suku cadang meningkat 7 persen menjadi Rp1,14 triliun.
Sementara itu, bisnis ritel MPMMotor mencatat pertumbuhan pendapatan penjualan sepeda motor sebesar 8 persen menjadi Rp2,58 triliun. Pendapatan layanan purna jual juga meningkat 9 persen menjadi Rp79 miliar.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor segmen distribusi dan ritel tumbuh 9 persen YoY menjadi Rp987 miliar. Margin laba kotor meningkat menjadi 8,7 persen dibandingkan 8 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berbeda dengan segmen distribusi dan ritel, bisnis asuransi MPMInsurance mencatat penurunan pendapatan. Pendapatan asuransi hingga September 2026 mencapai Rp672 miliar atau turun 6 persen YoY.
Penurunan terutama terjadi pada pendapatan asuransi kendaraan bermotor yang turun 6 persen menjadi Rp177 miliar. Pendapatan dari lini asuransi lainnya juga turun 21 persen menjadi Rp198 miliar.
Di sisi lain, pendapatan asuransi properti tumbuh 6 persen menjadi Rp297 miliar. Pertumbuhan tersebut membantu mengimbangi penurunan pada lini bisnis lainnya.
Biaya jasa asuransi turun 7 persen YoY menjadi Rp561 miliar. Dengan demikian, hasil jasa asuransi tercatat Rp112 miliar atau turun 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, rasio klaim meningkat menjadi 39,9 persen dari 35,1 persen. Sementara itu, hasil investasi tercatat Rp32 miliar atau turun 20 persen YoY, dipengaruhi lebih rendahnya pendapatan keuangan dan pendapatan lainnya.
Pada segmen transportasi, MPMRent mencatat pendapatan bersih Rp1,09 triliun atau turun 3 persen YoY. Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya jumlah armada yang disewakan dan volume penjualan mobil bekas.
Namun, laba kotor MPMRent justru meningkat 10 persen menjadi Rp240 miliar. Margin laba kotor juga naik menjadi 22 persen dari sebelumnya 19,4 persen.
Peningkatan profitabilitas tersebut didukung pengelolaan biaya yang lebih efektif serta optimalisasi komposisi bisnis, terutama pada penjualan mobil bekas.
Sementara itu, segmen pembiayaan yang dijalankan JACCS MPMFinance Indonesia mencatat pendapatan bersih Rp437 miliar hingga September 2026. Angka tersebut turun 43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan menyebut strategi bisnis yang lebih selektif dan prudent menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas aset serta keberlanjutan portofolio pembiayaan.
Sejalan dengan pendekatan tersebut, beban operasional turun 48 persen YoY menjadi Rp383 miliar. Rugi bersih segmen pembiayaan pun berhasil ditekan 73 persen, dari Rp164 miliar pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi Rp45 miliar pada periode yang sama 2026.
Grup CFO MPMX Beatrice Kartika mengatakan kinerja sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga pendapatan tetap stabil sekaligus meningkatkan profitabilitas.
Menurutnya, perbaikan margin pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, disertai penurunan kerugian pada bisnis pembiayaan, menjadi perkembangan positif bagi kinerja grup.
“Ke depan, kami akan tetap berfokus pada pengelolaan biaya yang disiplin, kualitas aset, dan optimalisasi bauran bisnis untuk menjaga kinerja Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Beatrice.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: