Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apple Raup Pendapatan US$114,48 Miliar, iPhone Jadi Penopang Utama

Apple Raup Pendapatan US$114,48 Miliar, iPhone Jadi Penopang Utama Kredit Foto: Unsplash/Christine Sandu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Apple mencatatkan kinerja keuangan di atas ekspektasi Wall Street pada kuartal IV tahun fiskal 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang penjualan iPhone yang lebih tinggi dari proyeksi analis, meskipun pendapatan perusahaan di China belum mencapai target pasar.

Mengutip Yahoo Finance pada Selasa (3/11/2026), Apple membukukan laba per saham atau earnings per share (EPS) sebesar US$2,10 dengan pendapatan mencapai US$114,48 miliar atau sekitar Rp2.076 triliun. Capaian tersebut melampaui konsensus analis Bloomberg yang memperkirakan EPS sebesar US$2 dan pendapatan US$113,46 miliar.

Kinerja tersebut juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal IV fiskal 2025, Apple mencatatkan EPS sebesar US$1,85 dengan pendapatan US$102,46 miliar.

Dari segmen produk, iPhone menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan perusahaan. Pendapatan dari penjualan perangkat tersebut mencapai US$57,58 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$56,48 miliar.

Sementara itu, bisnis Mac juga mencatatkan kinerja di atas proyeksi pasar. Pendapatannya mencapai US$10,79 miliar, lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis sebesar US$9,69 miliar.

Meski penjualan sejumlah produk utama melampaui ekspektasi, kinerja Apple di pasar China masih menghadapi tekanan.

Baca Juga: Apple Rilis MacBook Pro 14 Inci dengan Chip M6, Harga Mulai Rp 36 Juta

Pendapatan Apple dari wilayah Greater China tercatat sebesar US$17,54 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi analis sebesar US$18,75 miliar.

Segmen layanan (Services) yang merupakan kontributor pendapatan terbesar kedua Apple juga belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pasar. Pendapatan segmen ini mencapai US$31,57 miliar, sedikit di bawah perkiraan analis sebesar US$31,58 miliar.

Adapun kategori Wearables dan iPad masing-masing menyumbang pendapatan sebesar US$8,3 miliar dan US$6,23 miliar.

Kendati Apple berhasil melampaui ekspektasi analis dari sisi pendapatan maupun laba per saham, respons pasar terhadap laporan keuangan tersebut justru cenderung negatif.

Saham Apple tercatat turun sekitar 4% pada perdagangan sebelum pembukaan pasar (premarket) Selasa (3/11).

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Istihanah

Tag Terkait: