- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bukan Cuma Buyback, GoTo Hapus Saham Treasuri untuk Jaga Manfaat bagi Investor
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membatalkan 32 miliar saham treasuri hasil pembelian kembali saham (buyback) periode 2024–2025. Aksi korporasi yang setara sekitar 2,7% dari total saham tersebut membuat pengurangan saham menjadi permanen dan menjadi bagian dari strategi perusahaan mengembalikan modal kepada pemegang saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, menjelaskan pembatalan saham treasuri membuat saham yang telah dibeli kembali tidak dapat dilepas lagi ke pasar. Dengan demikian, manfaat pengurangan jumlah saham melalui buyback sebelumnya dapat dipertahankan.
“Dengan membatalkan saham treasuri, GoTo mengurangi jumlah saham secara permanen sekaligus menjaga manfaat buyback bagi pemegang saham yang tersisa. Persentase kepemilikan setiap pemegang saham pun meningkat. Manfaat ini dirasakan langsung oleh investor yang tetap memegang saham GoTo, terlebih ketika perusahaan telah mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut,” ujar Kafi.
Pembatalan tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Proses penyelesaiannya diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan, dengan tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan dan ketentuan regulasi.
Saham treasuri merupakan saham yang dibeli kembali oleh perusahaan dari pasar dan disimpan oleh perseroan. GoTo memilih membatalkan saham hasil buyback 2024–2025 tersebut, alih-alih menjualnya kembali atau menggunakannya untuk program kepemilikan saham manajemen dan karyawan.
Berbeda dengan saham yang beredar di publik, saham treasuri tidak memiliki hak suara maupun hak atas dividen selama masih dikuasai perusahaan. Karena itu, manfaat utama pembatalan adalah memastikan saham tersebut tidak kembali beredar di pasar.
Aksi korporasi ini berlangsung ketika GoTo mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Pada kuartal III-2026, perseroan membukukan laba bersih Rp441 miliar, sekaligus melanjutkan pencapaian laba selama tiga kuartal berturut-turut.
Menurut Kafi, pencapaian tersebut menjadi perkembangan penting bagi GoTo, terutama karena perbaikan kinerja perusahaan berlangsung di tengah kondisi pasar saham yang belum kondusif.
“Dengan profitabilitas dan arus kas bebas yang positif, GoTo memiliki ruang untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham. Selain membatalkan saham treasuri hasil buyback sebelumnya, perusahaan juga dapat melanjutkan pembelian kembali saham,” katanya.
Hingga 29 Oktober 2026, GoTo telah merealisasikan buyback saham senilai Rp985 miliar. Perseroan masih memiliki sisa otorisasi pembelian kembali saham sekitar Rp2,5 triliun yang berlaku hingga Juni 2027.
Kafi menilai buyback dapat menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan melihat peluang untuk membeli sahamnya sendiri pada harga yang dinilai menarik.
Selain mengurangi jumlah saham yang beredar di publik, buyback juga berpotensi memberikan dukungan permintaan di pasar. Namun, langkah tersebut tidak menjamin kenaikan harga saham karena pergerakannya tetap dipengaruhi kondisi pasar dan kinerja perusahaan.
Dengan demikian, pembatalan 32 miliar saham treasuri dan kelanjutan program buyback menjadi dua langkah berbeda yang saling melengkapi. Pembatalan memastikan pengurangan saham dari aksi sebelumnya bersifat permanen, sedangkan sisa otorisasi buyback memberikan ruang bagi GoTo untuk kembali membeli sahamnya hingga Juni 2027.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: