Kredit Foto: Ist
Tagihan listrik rumah tangga yang meningkat tidak selalu disebabkan oleh perubahan tarif. Konsumen perlu mencermati jumlah pemakaian listrik serta perubahan aktivitas sehari-hari sebelum menyimpulkan penyebab kenaikan biaya.
Ketua Asosiasi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (Alperklinas), Tohom Purba, mengatakan sejumlah faktor dapat memengaruhi besarnya tagihan listrik.
Faktor tersebut antara lain meningkatnya penggunaan peralatan elektronik, perubahan kebiasaan penghuni rumah, hingga kondisi perangkat listrik yang tidak lagi bekerja secara optimal.
Menurut Tohom, konsumen perlu membandingkan nominal tagihan dengan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh). Kedua informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengetahui apakah kenaikan biaya berkaitan dengan peningkatan konsumsi listrik atau faktor lainnya.
"Sering kali konsumen hanya melihat nominal tagihan tanpa membandingkan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kilowatt hour (kWh). Padahal, keduanya perlu dilihat secara bersamaan agar konsumen bisa mengetahui apakah kenaikan tagihan disebabkan peningkatan konsumsi atau faktor lainnya," ujar Tohom dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Cara Memantau Pemakaian Listrik Bulanan
Tohom menyarankan konsumen mencatat angka pada stand meter secara berkala. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memotret angka meteran setiap bulan pada tanggal yang sama, misalnya tanggal 25.
Catatan tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan angka stand meter dan jumlah pemakaian kWh yang tercantum dalam tagihan listrik.
"Kebiasaan sederhana ini penting agar konsumen memiliki catatan perkembangan pemakaian listrik dari bulan ke bulan. Jika ditemukan perbedaan atau lonjakan yang tidak wajar, konsumen dapat segera meminta penjelasan dan penyesuaian kepada PLN," jelasnya.
Selain pencatatan meteran, konsumen juga perlu memperhatikan penggunaan perangkat elektronik berdaya besar, seperti pendingin ruangan (AC), pemanas air, pompa air, dan mesin cuci.
Peralatan tersebut dapat meningkatkan konsumsi listrik apabila digunakan dalam durasi panjang. Pengaturan suhu AC, penggunaan perangkat sesuai kebutuhan, serta mematikan peralatan yang tidak digunakan menjadi beberapa langkah untuk mengendalikan pemakaian energi.
Tohom juga mengingatkan masyarakat agar memeriksa kondisi instalasi dan peralatan listrik di rumah. Perangkat yang rusak atau tidak terawat berpotensi menyebabkan penggunaan energi menjadi tidak efisien.
Apabila konsumen telah mencatat dan membandingkan pemakaian listrik, tetapi masih menemukan kejanggalan pada tagihan, ia menyarankan agar pelanggan meminta penjelasan dan pemeriksaan kepada PLN.
"Jika konsumen sudah melakukan pencatatan dan membandingkan pemakaian, tetapi masih menemukan kejanggalan pada tagihan, jangan ragu untuk meminta penjelasan dan pemeriksaan. Konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai dasar perhitungan tagihan listrik yang harus dibayarkan," tambahnya.
Menurut Tohom, pemahaman mengenai ketenagalistrikan diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui kewajiban membayar tagihan, tetapi juga memahami haknya sebagai pelanggan.
Pemantauan pemakaian listrik secara berkala dinilai dapat membantu konsumen mengantisipasi lonjakan tagihan sekaligus mendorong penggunaan energi secara lebih bijak.
Dengan memahami pola konsumsi, mendokumentasikan stand meter, serta mengetahui hak sebagai pelanggan, masyarakat diharapkan dapat mengelola pengeluaran listrik rumah tangga secara lebih cermat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: