Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sidang Dokter Tifa Besok, Jokowi Diragukan Hadir karena Situasi Dinilai Berbahaya

Sidang Dokter Tifa Besok, Jokowi Diragukan Hadir karena Situasi Dinilai Berbahaya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Akademisi Ali Syarief menilai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) berpotensi tidak menghadiri sidang kasus tudingan ijazah palsu dengan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa sebagai terdakwa.

Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (5/11/2026), dengan Jokowi hadir sebagai saksi pelapor.

Ali menilai situasi saat ini berpotensi menjadi ancaman keamanan bagi Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Rasa seperti mustahil Jokowi bisa datang ke Pengadilan Tifa, besok. Situasi saat ini adalah ancaman keamanan bagi Jokowi  dan Gibran," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (4/11).

Ia juga menyinggung potensi kemarahan publik terhadap Jokowi dan Gibran.

"Amuk public anti Jokowi dan Gibran adalah suatu keniscayaan," tandasnya.

Sebagai informasi, Gibran saat ini tengah menghadapi desakan untuk mundur dari jabatan wakil presiden menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA) terkait persoalan ijazahnya.

Pada 6 Oktober 2026, dalam pertimbangan hukumnya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang setara dengan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

Baca Juga: Kasus Penyadapan Prabowo Seret Spionase Asing: Konflik Pro-China vs Pro-AS?

Sementara itu, pada 30 Oktober 2026, MA menyatakan Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Pendidikan SMA luar negeri milik Gibran tidak sah dan batal demi hukum.

Di sisi lain, baru-baru ini Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang disebut sebagai orang dekat Jokowi, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya