Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Helikopter Jatuh Saat Padamkan Karhutla, Penyebab Kecelakaannya Masih...

Helikopter Jatuh Saat Padamkan Karhutla, Penyebab Kecelakaannya Masih... Kredit Foto: Reuters/Ann Wang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah berujung tragedi. Helikopter MI-17V5 yang dikerahkan untuk operasi water bombing mengalami kecelakaan pada Rabu (4/11/2026), menyebabkan dua orang meninggal dunia. 

Kepastian jumlah korban disampaikan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin saat berada di Kuala Pembuang, Rabu malam. Ia menjelaskan, helikopter tersebut membawa delapan orang kru ketika mengalami kecelakaan dalam misi pemadaman karhutla.

"Krunya ada delapan orang, lima orang sudah dirawat di sini, dua orang bisa dipastikan meninggal dunia dan satu masih tahap pencarian," kata Pangdam di Kuala Pembuang, Rabu (3/11) malam.

Baca Juga: Umrah Tak Boleh Transit Malaysia-Singapura, PDIP: Ibadah Mau Disandera Gara-gara Baper Karhutla?

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan lokasi kecelakaan berada di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh.

Donny menjelaskan, helikopter MI-17V5 sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB dengan tujuan Telaga Pulang. Penerbangan tersebut dilakukan untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Namun, kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang mengambil air laut untuk kebutuhan penyiraman dari udara.

“Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing,” ucap dia.

Donny memastikan insiden tersebut merupakan kecelakaan kerja ketika helikopter menjalankan tugas operasi pemadaman karhutla. Meski demikian, penyebab pasti jatuhnya pesawat masih belum diketahui dan hingga kini tengah ditelusuri.

“Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: