Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

2024 Megawati Pernah Minta Listyo Sigit Insaf, Kini Eks Kapolri Malah Terseret Kasus Penyadapan

2024 Megawati Pernah Minta Listyo Sigit Insaf, Kini Eks Kapolri Malah Terseret Kasus Penyadapan Kredit Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo kembali menjadi sorotan setelah terseret kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak. Bareskrim Polri menetapkan Listyo bersama dua petinggi Polri lainnya sebagai tersangka dalam perkara tersebut pada 3 November 2026.

Kasus ini turut mengingatkan publik pada pernyataan lama Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang pernah secara terbuka meminta Listyo melakukan introspeksi atau insaf.

Pernyataan itu disampaikan dalam pengarahan kepada bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, pada 14 Agustus 2024.

Kala itu, Megawati mengaku ingin bertemu langsung dengan Listyo yang masih menjabat Kapolri. Ia ingin menyampaikan sejumlah persoalan, terutama mengenai dugaan intimidasi terhadap kader dan partainya.

"Saya hanya mau ngomong. Bapak, sudah, insaf dong. Masa diintimidasi?" ujar Megawati dalam pidatonya.

Megawati juga mempertanyakan kemungkinan adanya perintah dari pihak tertentu yang menyebabkan kader PDIP mengalami intimidasi. Menurutnya, sebagai warga negara, ia memiliki hak untuk bertemu langsung dengan Kapolri dan menyampaikan persoalan tersebut.

Keinginan Megawati untuk bertemu Listyo kembali disinggung dalam pidatonya pada 26 Agustus 2024. Saat itu, ia mengaku belum juga bisa bertemu langsung dengan Kapolri dan melontarkan sindiran bahwa Listyo kemungkinan merasa gugup untuk menemuinya.

Baca Juga: Skandal Listyo Sigit Meledak, Pengakuan Megawati Kembali Viral: Saya Orang Paling Disadap...

Megawati turut menyinggung proses pengangkatan Listyo sebagai Kapolri yang dinilainya melewati lima angkatan senior di lingkungan Polri. Sebagai informasi, Listyo resmi menjabat Kapolri pada 27 Januari 2021 setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan Jenderal Idham Azis.

Di tengah kembali mencuatnya pidato tersebut, Megawati juga pernah mengaku dirinya kerap menjadi target penyadapan. Pernyataan itu disampaikan pada 28 Oktober 2024, ketika ia mengungkapkan alasan tidak menggunakan telepon seluler.

Namun, belum ada konfirmasi bahwa Megawati menjadi sasaran dalam perkara dugaan penyadapan yang kini menyeret Listyo. Dalam kasus terbaru, penyidik mengungkap dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo serta sejumlah pihak, termasuk pejabat negara dan tokoh politik.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama