Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Piala Asia 2027 Mundur, Hajime Moriyasu Pasrah jika Tak Lagi Latih Timnas Jepang

Piala Asia 2027 Mundur, Hajime Moriyasu Pasrah jika Tak Lagi Latih Timnas Jepang Kredit Foto: Instagram/japanfootbalassosiation
Warta Ekonomi, Jakarta -

Timnas Jepang berpotensi menjalani Piala Asia 2027 tanpa didampingi Hajime Moriyasu. Perubahan jadwal turnamen yang semula digelar pada Januari-Februari menjadi Desember 2027 hingga Januari 2028 membuat masa jabatan Moriyasu tidak lagi mencakup kompetisi tersebut.

Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) sebelumnya telah menetapkan Go Oiwa sebagai penerus Moriyasu. Pelatih timnas Jepang U-23 itu dijadwalkan mengambil alih posisi pelatih kepala tim senior setelah Piala Asia 2027.

Namun, perubahan jadwal turnamen membuat rencana pergantian tersebut berpotensi berlangsung lebih cepat.

Kontrak Moriyasu diketahui berakhir pada Februari 2027, sementara JFA disebut tidak memiliki rencana untuk memperpanjang masa kerjanya.

Sejumlah media Jepang melaporkan keputusan untuk mempromosikan Oiwa ke tim senior sudah final.

Dengan demikian, Moriyasu kemungkinan besar tidak akan mendapatkan kesempatan memimpin Jepang dalam upaya merebut gelar Piala Asia 2027.

Baca Juga: Piala Asia 2027 Mundur 11 Bulan, Jepang dan Australia Dibuat Pusing soal Hal Ini

Direktur Teknik JFA, Masakuni Yamamoto, belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh mengenai masa depan Moriyasu.

Hal itu disampaikannya setelah mengumumkan daftar pemain Jepang untuk menghadapi Brasil dan Paraguay dalam pertandingan persahabatan di Singapura pada November ini.

Yamamoto hanya menyebut bahwa JFA telah menentukan waktu peralihan kepelatihan dari Moriyasu kepada Oiwa.

Federasi juga tidak ingin persoalan tersebut mengganggu persiapan Jepang menghadapi dua pertandingan uji coba.

Oiwa sendiri bukan sosok asing di lingkungan tim nasional Jepang. Dia telah menangani timnas U-23 sejak 2021 dan dinilai memiliki pengalaman serta pemahaman yang cukup untuk menangani tim senior.

Sementara itu, Moriyasu mengaku menerima perubahan situasi akibat penundaan Piala Asia 2027.

Dia sebenarnya masih memiliki ambisi membawa Jepang menjadi juara, tetapi menyadari kemungkinan tersebut kini semakin kecil.

"Jika Piala Asia tetap berlangsung, saya akan memberikan yang terbaik untuk memenangkan gelar dalam tujuh pertandingan itu," kata Moriyasu pada Rabu (4/11), dikutip dari Super Sport.

Dia juga tidak mempermasalahkan apabila seluruh pertandingan Piala Asia harus berlangsung setelah masa kontraknya berakhir.

"Jika ketujuh pertandingan itu dijadwal ulang, maka tim manajemen baru dapat memanfaatkannya dengan baik untuk persiapan Piala Dunia berikutnya. Saya hanya menerima kenyataan," ujar Moriyasu.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti

Tag Terkait: