Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III-2026. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, sejumlah sektor masih menghadapi tekanan, salah satunya subsektor kehutanan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, mencatat subsektor kehutanan mengalami kontraksi sebesar 2,52% pada kuartal III-2026. Capaian ini berbalik dibandingkan kuartal II-2026 ketika subsektor tersebut masih mampu tumbuh sekitar 6,02%.
Dampak karhutla terhadap perekonomian dapat terlihat secara langsung melalui kinerja lapangan usaha, khususnya subsektor kehutanan.
"Subsektor kehutanan di triwulan III ini kontraksi 2,52%. Jauh turun dibanding pertumbuhan kuartal II yang sebelumnya tumbuh 6%," ujar Edy dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026, Kamis (5/11/2026).
Menurut Edy, kebakaran hutan dan lahan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi di sejumlah provinsi terdampak. Kondisi tersebut dapat diamati melalui perlambatan pada beberapa lapangan usaha di daerah yang mengalami kebakaran.
“Jadi subsektor kehutanan di triwulan III ini kontraksi 2,52 persen. Jauh turun dibandingkan pertumbuhan Kuartal II yang sebelumnya kemarin yang tumbuh 6 persen. Jadi pada Kuartal II 2026 tumbuh sekitar 6,02 persen, di triwulan 3 ini tumbuhnya negatif 2,52 persen untuk sub sektor kehutanan yang merupakan bagian dari sektor pertanian,” jelas Edy.
Baca Juga: Dibayangi El Nino, BPS Prediksi Luas Panen Padi Akhir 2026 Turun 17,75%
Baca Juga: BPS Catat Inflasi Tahunan Oktober 2026 Tembus 3,23 Persen
Dia menambahkan, sejumlah wilayah di Kalimantan turut mengalami pertumbuhan ekonomi yang tertahan. Meski demikian, dampak karhutla terhadap pertumbuhan ekonomi secara nasional dinilai tidak terlalu besar dibandingkan dampaknya di daerah terdampak.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47% tidak serta-merta menggambarkan kinerja seluruh sektor dan wilayah. Di tengah ekspansi ekonomi nasional, subsektor kehutanan justru mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal III-2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra