PKT Perkuat Daya Saing Industri Pupuk Lewat Enam Inovasi Berkelas Internasional
Kredit Foto: Pupuk Kaltim
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) meraih predikat tertinggi 4 Stars melalui enam gugus inovasi dalam ajang 31st Asia Pacific Quality Organization (APQO) International Conference 2026. Prestasi tersebut diraih dalam konferensi yang berlangsung di Bali pada 26–29 Oktober 2026.
VP Sistem Manajemen Terpadu dan Inovasi (SMTI) PKT, Insyiah Meida Luktyansyah, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kapasitas karyawan dalam mengembangkan solusi untuk meningkatkan kualitas dan kinerja operasional perusahaan.
"Keberhasilan ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti budaya inovasi di PKT terus berkembang. Utamanya menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan perusahaan," ujar Meida dalam keterangan tertulis.
Enam gugus inovasi yang memperoleh predikat 4 Stars tersebut adalah QCP BINAPER, QCP BLACK & GOLD, QCP LIGA SEMBILAN, QCP RISKTEX-PKT, QCP SMARTWELD, dan QCP SYN-EOST.
PKT menyatakan inovasi yang dikembangkan keenam gugus tersebut mencakup upaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas proses kerja, optimalisasi sumber daya, penguatan keandalan operasional, serta pengembangan sistem kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Perusahaan menilai pengembangan inovasi menjadi salah satu instrumen untuk menjaga produktivitas dan efisiensi di tengah dinamika industri pupuk. Implementasi solusi di tingkat operasional diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Meida menjelaskan, pengembangan inovasi di PKT tidak hanya berorientasi pada penciptaan gagasan baru, tetapi juga memastikan solusi yang dihasilkan dapat diterapkan dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Untuk mendorong hal tersebut, perusahaan menjalankan program pembinaan dan kompetisi internal. Melalui mekanisme ini, setiap unit kerja didorong mengidentifikasi peluang perbaikan, mengembangkan solusi, dan mengukur manfaat inovasi yang dihasilkan.
Inovasi yang dinilai terbaik kemudian memperoleh kesempatan untuk dipresentasikan dalam forum tingkat nasional maupun internasional, termasuk APQO.
"Kami ingin memastikan setiap inovasi memiliki kebermanfaatan yang dapat dirasakan, baik dalam peningkatan kinerja maupun penciptaan nilai tambah bagi perusahaan," tambah Meida.
Direktur Keuangan dan Umum PKT, Andik Cahyanto Budiarto, menyampaikan apresiasi kepada enam gugus inovasi yang meraih penghargaan tersebut. Menurutnya, inovasi merupakan elemen penting untuk menjaga keunggulan operasional perusahaan, terutama ketika industri pupuk menghadapi tantangan yang semakin dinamis.
"Prestasi ini menunjukkan semangat perbaikan berkelanjutan menjadi bagian penting dari budaya kerja PKT. Untuk itu, kami mengapresiasi seluruh inovator yang telah menghadirkan gagasan dan solusi nyata dalam mendukung kinerja perusahaan," ujar Andik.
Baca Juga: Ekspor Urea ke Australia Tembus Babak Baru, Pupuk Kaltim Kantongi Primaniyarta 2026
Baca Juga: Pupuk Kaltim Hemat Rp228 Miliar dari Revamping Pabrik Ammonia-2
Ia menambahkan, manajemen akan terus mendukung pengembangan inovasi melalui lingkungan kerja yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Perusahaan juga mengaitkan penguatan inovasi dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui pengembangan proses bisnis yang lebih efisien dan bertanggung jawab.
PKT berharap penguatan budaya inovasi dapat mendukung keandalan operasional, meningkatkan daya saing perusahaan, serta memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: