- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Berpeluang Uji 5.125, Investor Perlu Waspadai Aksi Profit Taking
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Phintraco Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji area resistance 5.100–5.125 pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Namun, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung atau profit taking di tengah tingginya ketidakpastian pasar.
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut tekanan dari pasar global masih menjadi perhatian. Bursa saham Wall Street ditutup melemah signifikan pada Kamis (5/11/2026), bahkan mencatatkan kinerja harian terburuk sejak periode setelah Liberation Day.
"Pelemahan tersebut terutama dipicu aksi jual saham sektor teknologi. Investor mulai mengkhawatirkan potensi perlambatan pembangunan pusat data (data center) yang selama ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor teknologi," tulis Phintraco Sekuritas.
Dari Amerika Serikat (AS), data klaim awal pengangguran atau initial jobless claims pekan lalu turun 6.000 menjadi 189.000 pada Kamis (5/11/2026).
Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan rilis data ketenagakerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls pada Jumat (6/11/2026) untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.
Pergerakan sejumlah instrumen global juga menunjukkan sentimen pasar yang beragam. Harga minyak mentah Brent menguat lebih dari 3% pada Kamis (5/11/2026). Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin ke level 4,839%.
Harga emas spot juga ditutup menguat 1% ke level US$4.100 per troy ounce.
Baca Juga: IHSG Anjlok 16,7% Sepanjang Oktober 2026, Ini Penyebabnya
Baca Juga: IHSG Ditutup Melonjak 2,25%, Kembali Bertengger di Atas 5.000
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,47% secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal III 2026. Capaian tersebut menjadi salah satu perkembangan ekonomi domestik yang dicermati pelaku pasar di tengah gejolak global.
Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas melihat IHSG masih memiliki peluang menguji resistance 5.100–5.125. Meski begitu, potensi penguatan perlu dicermati bersama risiko profit taking, terutama ketika ketidakpastian pasar masih tinggi.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham pilihan, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: