Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 74,42 poin atau 1,48% ke level 4.955,83 pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Tekanan jual berlanjut setelah pembukaan sehingga indeks tetap bergerak di zona merah dan kembali turun ke bawah level psikologis 5.000.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Sebanyak 1,43 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp186,97 miliar dan frekuensi 29.275 kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 51 saham menguat, 329 saham melemah, dan 188 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah ketidakpastian pasar global. Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas mencatat bursa saham Wall Street ditutup melemah signifikan pada Kamis (5/11/2026). Bahkan, penurunan tersebut menjadi kinerja harian terburuk Wall Street sejak periode setelah Liberation Day.
Pelemahan Wall Street terutama dipicu aksi jual saham sektor teknologi. Investor mengkhawatirkan potensi perlambatan pembangunan pusat data (data center) yang selama ini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor tersebut.
Dari Amerika Serikat (AS), jumlah klaim awal tunjangan pengangguran (initial jobless claims) pekan lalu turun 6.000 menjadi 189.000 pada Kamis (5/11/2026). Namun, perhatian investor masih tertuju pada rilis data ketenagakerjaan nonpertanian atau nonfarm payrolls yang dijadwalkan pada Jumat (6/11/2026). Data tersebut dinantikan untuk memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Uji 5.125, Investor Perlu Waspadai Aksi Profit Taking
Baca Juga: IHSG Anjlok 16,7% Sepanjang Oktober 2026, Ini Penyebabnya
Sementara itu, pergerakan instrumen global menunjukkan arah yang beragam. Harga minyak mentah Brent menguat lebih dari 3% pada Kamis (5/11/2026). Sebaliknya, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 5 basis poin ke level 4,839%. Harga emas spot juga menguat 1% ke level US$4.100 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III 2026. Capaian ini menjadi salah satu sentimen domestik yang turut dicermati investor di tengah tekanan dari pasar global.
Meski IHSG dibuka melemah, Phintraco Sekuritas masih melihat peluang indeks menguji area resistance 5.100–5.125. Namun, investor diminta tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) mengingat ketidakpastian pasar masih tinggi.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: