- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Pramono Dukung Penambahan CCTV di Jakarta, Sasar Titik Rawan Narkoba dan Tawuran
Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung usulan penambahan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah wilayah Ibu Kota. Pemasangan CCTV akan diprioritaskan di kawasan rawan tindak kriminalitas, termasuk peredaran narkoba hingga aksi tawuran.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap mendukung usulan anggota DPRD DKI Jakarta terkait perluasan fasilitas pengawasan tersebut.
“Apa yang menjadi usulan dari anggota DPRD untuk menambah fasilitas CCTV di tempat yang rawan, terutama narkoba dan sebagainya maka Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya,” ujar Pramono di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026).
Menurut Pramono, pemberantasan narkoba tengah menjadi perhatian oleh pemerintah pusat dan aparat kepolisian. Hal ini juga sejalan dengan prinsip Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang menyatakan perang terhadap barang haram tersebut.
“Ketahui bahwa Kapolri Bapak Suyudi sekarang ini betul-betul menyatakan perang terhadap narkoba, maka Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan dan support sepenuhnya,” tuturnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Siap Tambah Sekolah Gratis, Pramono: Sedang Finalisasi dengan DPRD
Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI memprioritaskan pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan kejahatan.
Inggard mendorong Pemprov DKI memanfaatkan anggaran hasil efisiensi pengadaan CCTV untuk memperluas jangkauan pengawasan. Dia menilai masih banyak wilayah yang membutuhkan fasilitas tersebut guna meningkatkan keamanan masyarakat.
“Ini harus kembali dioptimalkan,” kata Inggard.
Inggard juga menilai penghematan pengadaan dapat dilakukan dengan menyesuaikan spesifikasi dan fitur kamera berdasarkan kebutuhan di lapangan. Fitur analitik maupun surveilans tidak harus dipasang pada seluruh perangkat apabila tidak diperlukan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Istihanah