Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Platform pinjaman daring (pindar) UKU mencatatkan penyaluran pendanaan sebesar Rp687,18 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Di tengah persaingan industri fintech lending, perusahaan juga mencatat tingkat keberhasilan pembayaran dalam 90 hari (TKB90) sebesar 97,52 persen pada kuartal III 2026.
Direktur Utama UKU Tony Jackson mengatakan, perusahaan berupaya menjaga kualitas pendanaan sekaligus memperkuat kepercayaan pemberi dana (lender). Salah satu perkembangan yang dicatat perusahaan adalah peningkatan jumlah lender aktif sepanjang tahun ini.
“Jumlah pemberi dana aktif juga bertambah dari enam pada akhir 2025 menjadi delapan per September 2026,” ujarnya dalam acara Silaturahmi UKU bersama sejumlah media di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurut Tony, penambahan jumlah lender menjadi salah satu perkembangan bisnis UKU setelah beroperasi selama delapan tahun. Perusahaan berupaya mempertahankan kepercayaan pemberi dana dan penerima dana di tengah dinamika industri pembiayaan digital.
Dia mengakui, perjalanan bisnis UKU tidak terlepas dari berbagai proses pembelajaran. Perusahaan juga masih memiliki sejumlah aspek operasional yang perlu diperbaiki untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
“Delapan tahun ini kami jalani dengan banyak belajar, dan kami sadar masih banyak yang perlu kami perbaiki. Karena itu kami ingin tetap rendah hati dan terus bekerja sebaik mungkin,” katanya.
Memasuki tahun kesembilan operasional, UKU berencana menjaga pertumbuhan bisnis secara bertahap. Strategi tersebut mencakup penguatan kualitas penilaian kredit, peningkatan efisiensi operasional, serta perluasan kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan.
Di tengah persaingan industri fintech lending, kualitas pembayaran menjadi salah satu indikator yang diperhatikan perusahaan. UKU mencatatkan TKB90 sebesar 97,52 persen pada kuartal III 2026.
Selain memperkuat bisnis pembiayaan digital, UKU juga berencana memperluas dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang disiapkan adalah mempromosikan produk serta usaha UMKM melalui berbagai kanal komunikasi digital perusahaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperluas eksposur usaha para pelaku UMKM melalui ekosistem komunikasi yang dimiliki UKU.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: