Kredit Foto: IFBC
200 Lebih Brand Ramaikan IFBC 2026 di ICE BSD, Tawarkan Peluang Bisnis Lintas Sektor
Lebih dari 200 merek meramaikan pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 6–8 November 2026. Pameran ini menghadirkan berbagai peluang kemitraan bisnis mulai dari makanan dan minuman (F&B), ritel, jasa, kesehatan, pendidikan, hingga otomotif.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo, IFBC 2026 menjadi penyelenggaraan ke-182 dalam rangkaian pameran tersebut. Mengusung tema Grow Beyond Boundaries, acara ini ditujukan sebagai wadah pertemuan pelaku usaha, calon investor, dan masyarakat yang ingin menjajaki peluang bisnis.
Pameran tersebut juga mendapat dukungan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, serta Kementerian Pariwisata.
Dari sektor F&B, peserta menawarkan beragam konsep usaha, mulai dari kedai kopi, minuman kekinian, restoran cepat saji, kuliner tradisional, hingga jajanan populer. Sejumlah merek yang hadir antara lain Tomoro Coffee, Arah Coffee, Bingxue, Haus! Indonesia, Burger Bangor, Kebab Turki Babarafi, Es Teler 77, Kharisma Bahari, dan Ina Cookies.
Selain makanan dan minuman, sektor jasa juga menawarkan berbagai model kemitraan. Industri laundry menghadirkan merek seperti Maytag, Speed Queen, LG Commercial Laundry, Maxpress Laundromat, dan Laundry Mandiri. Sementara itu, sektor kesehatan dan kecantikan diisi oleh Apotek Farmakita, Berlian Kosmetika, Mash Moshem Indonesia, serta sejumlah klinik dan usaha perawatan tubuh.
Peluang bisnis lainnya berasal dari sektor pendidikan, otomotif, gaya hidup, dan properti. Beberapa peserta yang hadir di antaranya Yamaha Music School, Glossmate Car Wash, Shop & Drive, King Billiard, Bodylook Pilates, Sinar Mas Land, dan Behomy Group.
Kehadiran berbagai sektor tersebut memperlihatkan bahwa model kemitraan tidak lagi terbatas pada bisnis kuliner. Calon pengusaha juga dapat menjajaki usaha jasa, pendidikan, perawatan kendaraan, hingga layanan kesehatan yang memiliki karakteristik investasi dan operasional berbeda.
Selain mempertemukan calon mitra dengan pemilik merek, IFBC 2026 menyediakan fasilitas konsultasi melalui Klinik Bisnis Kementerian Perdagangan, Klinik Bisnis Kementerian UMKM, dan Klinik Bisnis Asosiasi Franchise Indonesia. Pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperoleh informasi dan pembinaan terkait pengembangan usaha.
Pameran ini juga menghadirkan seminar dan diskusi yang membahas sejumlah aspek kewirausahaan. Materi yang ditawarkan meliputi perlindungan kekayaan intelektual, pemilihan dan pengelolaan bisnis waralaba, pengembangan UMKM menjadi waralaba, hingga perencanaan keberlanjutan bisnis lintas generasi.
Salah satu agenda yang diangkat adalah seminar UMKM Go Franchise: Level Up Your Business! yang membahas peluang pengembangan usaha kecil dan menengah melalui model waralaba. Selain itu, terdapat sesi Cerdas Memilih & Mengelola Bisnis Franchise untuk memberikan pemahaman kepada calon investor mengenai pengelolaan usaha kemitraan.
Pengunjung juga dapat mengikuti sesi Kenali Potensi Lokasi Bisnis Lewat Data yang membahas pemanfaatan analisis pasar dalam menentukan lokasi usaha.
Untuk memasuki area pameran, penyelenggara menetapkan tiket sebesar Rp50.000 untuk kunjungan satu hari dan Rp60.000 untuk akses selama tiga hari.
Meski menawarkan beragam peluang usaha, calon investor tetap perlu mencermati sejumlah aspek sebelum mengambil keputusan kemitraan. Biaya investasi awal, biaya royalti, proyeksi balik modal, pasokan bahan baku, dukungan operasional, serta ketentuan dalam perjanjian kemitraan menjadi faktor penting yang perlu diperiksa.
Dengan menghadirkan lebih dari 200 merek dari berbagai sektor, IFBC 2026 menjadi salah satu ruang penjajakan peluang bisnis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha maupun pelaku UMKM yang berencana memperluas skala bisnisnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: