Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Kota Bandung kembali menjadi pusat perburuan peluang usaha nasional. Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 Bandung menargetkan transaksi hingga Rp1 triliun selama penyelenggaraan pada 29–31 Mei 2026 di Sudirman Grand Ballroom.
Head of Public Relation Neo Expo Promosindo, Fredy Ferdianto, mengatakan target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya seiring bertambahnya jumlah peserta dari sekitar 60–70 merek menjadi lebih dari 150 merek waralaba dan peluang usaha.
“Kami menargetkan transaksi IFBC Bandung kali ini bisa mencapai Rp600 miliar sampai Rp1 triliun. Tahun ini meningkat sekitar dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Fredy, Jumat (29/5/2026).
Mengusung tema Grow Beyond Boundaries, IFBC 2026 menghadirkan lebih dari 150 merek dari sektor kuliner, ritel, laundry modern, kesehatan, pendidikan, gaya hidup, hingga bisnis berbasis teknologi. Nilai investasi yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp10 juta hingga miliaran rupiah.
Menurut Fredy, peningkatan target transaksi didorong oleh kapasitas venue yang lebih besar serta semakin banyaknya merek yang berpartisipasi.
“Kami optimistis transaksi meningkat karena venue sekarang lebih besar. Merek yang hadir juga jauh lebih banyak dan investasi yang ditawarkan sangat beragam,” katanya.
Sejumlah merek besar yang hadir antara lain Alfamart, Indomaret, Burger Bangor, Kebab Turki Babarafi, Teman Coffee, Kumon, hingga Dental Rakyat. Sektor laundry modern juga menjadi salah satu daya tarik melalui kehadiran Netto Laundromat, LG Commercial Laundry, Maytag, Laundrypedia, dan Quick Laundry.
Manager Franchise Alfamart, Tommy Sugianto, mengatakan pihaknya menawarkan promo khusus selama pameran, termasuk diskon biaya waralaba hingga 50%.
“Ada diskon waralaba 50 persen. Bahkan khusus wilayah Jabodetabek kami memberikan waralaba gratis,” ujarnya.
Selain pameran bisnis, IFBC 2026 juga menghadirkan seminar dan talkshow terkait pengembangan UMKM, strategi memilih waralaba, hingga perlindungan merek usaha. Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Neo Expo Promosindo ini mendapat dukungan Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), serta BRImo.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan usaha lokal agar mampu menembus pasar internasional.
“Kementerian Perdagangan juga mendorong usaha di dalam negeri ini bisa dikembangkan dan dibuka di luar negeri. Karena itu, kami terus menjalin hubungan dengan mitra bisnis di banyak negara sebagai upaya membuka akses pasar bagi usaha lokal di Indonesia,” kata Dyah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitri