Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Buruh Siap Pasang Badan Bela Prabowo, Said Iqbal Singgung Upaya Jatuhkan Presiden

Buruh Siap Pasang Badan Bela Prabowo, Said Iqbal Singgung Upaya Jatuhkan Presiden Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Buruh Indonesia menyatakan siap berada di barisan Presiden Prabowo Subianto jika muncul upaya menjatuhkan kepala negara secara inkonstitusional. Sikap tersebut ditegaskan Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, dalam deklarasi Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSPPB) di Monas, Jakarta, Sabtu (7/11/2026).

Said Iqbal menegaskan dukungan tersebut diberikan untuk menjaga pemerintahan dan konstitusi. Ia menyebut buruh akan bersama Prabowo apabila muncul tindakan yang membahayakan konstitusi maupun upaya menggulingkan Presiden di luar mekanisme yang sah.

"Setelah ini, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang membahayakan konstitusi dan ada upaya-upaya yang ingin menjatuhkan presiden secara inkonstitusional, maka kami buruh Indonesia berada bersama Prabowo," pungkasnya.

Komitmen tersebut disampaikan dalam deklarasi bertema "Jaga Persatuan Indonesia dan Jaga Presiden Prabowo Subianto". Dalam kegiatan itu, KSPPB menyampaikan empat ikrar, yakni menjaga persatuan bangsa, menjaga demokrasi konstitusional, menjaga Presiden Prabowo, dan mewujudkan negara kesejahteraan.

Said Iqbal juga menegaskan deklarasi tersebut tetap dimaksudkan untuk menjaga pemerintahan Prabowo-Gibran. Meski demikian, ia menjelaskan fokus koalisi buruh dalam deklarasi itu secara khusus diarahkan kepada Prabowo.

"Iya dong, kalau pemerintahan Prabowo-Gibran. Tapi kami tidak masuk apakah Gibran bermasalah atau tidak, itu bukan domain kami. Domain kami adalah Prabowo Subianto," tegas dia.

Baca Juga: Buruh Jabar Demo Tuntut UMP 2027 Rp4,12 Juta, Desak Dedi Mulyadi Penuhi 100 Persen KHL

Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dicantumkan dalam ikrar untuk menjaga Presiden. Menurut Said Iqbal, deklarasi itu secara khusus ditujukan kepada Prabowo karena Presiden yang menjadi sasaran dalam isu dugaan penyadapan.

"Karena yang diserang ini kan Pak Prabowo. Masa kami harus bela yang tidak diserang? Yang diserang Pak Prabowo, Presiden, simbolnya. Itu alasannya," ujar Iqbal.

Ketika ditanya apakah Gibran berarti aman dari penyadapan, Said Iqbal tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyebut tidak ada persoalan yang diarahkan kepada putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.

"Saya tidak bicara aman-aman saja, tapi yang pasti tidak ada ke beliau, dan itu sah-sah saja," katanya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama