Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Google Pilih Malaysia, Gelontorkan Rp271 Triliun untuk Infrastruktur AI

Google Pilih Malaysia, Gelontorkan Rp271 Triliun untuk Infrastruktur AI Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Google mengumumkan investasi infrastruktur digital senilai US$15 miliar atau sekitar Rp271 triliun di Malaysia untuk periode 2027–2028. Investasi tersebut diarahkan untuk memperluas kapasitas pusat data (data center) sekaligus memperkuat infrastruktur komputasi guna menopang perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Melansir blog resmi Google, ekspansi ini mencakup pembangunan dan perluasan sejumlah kampus pusat data hemat energi di Selangor dan Negeri Sembilan. Infrastruktur tersebut akan mendukung kebutuhan komputasi berskala besar untuk menjalankan berbagai aplikasi digital dan teknologi AI generasi terbaru.

Selain itu, fasilitas tersebut akan menopang layanan Google, termasuk Search, Maps, dan Chrome, serta memperluas jangkauan layanan Google Cloud bagi sektor bisnis dan pemerintahan Malaysia.

President and Chief Investment Officer Alphabet and Google, Ruth Porat, mengatakan investasi tersebut dirancang agar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional Malaysia. Google juga berkomitmen memperkuat ketersediaan sumber daya listrik dan air seiring dengan peningkatan kapasitas operasionalnya.

"Investasi ini selaras dengan prioritas pembangunan Malaysia—menyediakan kapasitas komputasi dasar untuk mewujudkan inovasi di seluruh negeri sekaligus menambah sumber daya listrik dan air lokal seiring dengan peningkatan skala operasi kami," kata Ruth Porat.

Sementara itu, Menteri Digital Malaysia Gobind Singh Deo menyebut rencana ekspansi Google tersebut sejalan dengan kerangka pembangunan Malaysia MADANI dan Rencana Aksi Digital Malaysia 2030.

Di tengah ekspansi tersebut, Google turut menyoroti aspek keberlanjutan operasional pusat data, terutama terkait kebutuhan air dan energi. Perusahaan mengklaim telah menerapkan kerangka evaluasi risiko berbasis data di setiap fasilitas pusat datanya dengan verifikasi dari pakar hidrologi independen.

Hasil evaluasi Google menunjukkan wilayah sungai di Selangor dan Negeri Sembilan berada dalam kondisi aman dari risiko kelangkaan air. Perusahaan juga menjalankan proyek restorasi sumber daya air di sejumlah wilayah, termasuk daerah aliran Sungai Buloh dan Sungai Selangor.

Upaya lainnya dilakukan melalui pembangunan pusat ketahanan air berbasis sekolah. Google memasang tangki penyimpanan berkapasitas 20.000 liter, sistem pemanenan air hujan, serta keran otomatis di empat sekolah di Selangor.

Infrastruktur tersebut memungkinkan setiap sekolah menyediakan cadangan air darurat untuk memenuhi kebutuhan hingga 2.000 anggota komunitas selama sedikitnya dua minggu ketika terjadi gangguan pasokan air yang tidak terjadwal.

Dari sisi energi, Google berencana menambahkan pasokan listrik bersih sebesar 1 gigawatt (GW) ke jaringan listrik nasional Malaysia. Perusahaan juga menyatakan akan menanggung seluruh biaya listrik yang digunakan kampus pusat datanya serta biaya infrastruktur langsung untuk menghubungkan fasilitas tersebut ke jaringan listrik.

"Google juga akan membayar 100% biaya listrik yang digunakan oleh kampus pusat datanya dan biaya infrastruktur langsung yang diperlukan untuk menghubungkannya ke jaringan listrik, sambil mematuhi semua peraturan lokal yang berlaku," tulis Google dalam blog resminya.

Investasi jumbo tersebut juga diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap perekonomian Malaysia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas konstruksi.

Selama periode pembangunan pada 2027–2028, proyek ini diperkirakan menghasilkan kontribusi rata-rata US$1,1 miliar per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) Malaysia. Selain itu, pembangunan infrastruktur tersebut diproyeksikan menyerap lebih dari 37.000 tenaga kerja lokal.

Setelah beroperasi penuh, kampus pusat data Google diperkirakan mempertahankan lebih dari 9.000 lapangan kerja berkeahlian tinggi setiap tahunnya.

Tak hanya memperluas infrastruktur fisik, Google juga menyiapkan pengembangan sumber daya manusia melalui empat program pelatihan baru. Program tersebut ditargetkan menjangkau 800.000 warga Malaysia hingga 2031 untuk meningkatkan keterampilan di bidang AI dan teknologi digital.

Sasarannya mencakup pelajar, guru, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparatur sipil negara, hingga pencari kerja di sektor vokasi.

Untuk mendukung program tersebut, Google juga akan membentuk Data Center Institutes (DCI) di sejumlah politeknik lokal guna memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri pusat data.

Baca Juga: Google Ubah Aturan Akun Pelajar, Matikan AI Berarti Kehilangan Search

Baca Juga: Google Singgung Soal Penghapusan Konten Karhutla

Ruth menegaskan bahwa ekspansi perusahaan di Malaysia akan dilakukan dengan memperhatikan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.

"Google berkomitmen untuk mengembangkan kehadiran kami secara bertanggung jawab, memberikan nilai berkelanjutan bagi perekonomian dan masyarakat Malaysia," ujarnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri