Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Apple Makin Perkasa, Ini 5 Merek HP dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia

Apple Makin Perkasa, Ini 5 Merek HP dengan Pendapatan Tertinggi di Dunia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persaingan industri smartphone global tidak hanya ditentukan oleh jumlah perangkat yang berhasil terjual, tetapi juga nilai pendapatan yang diperoleh masing-masing produsen. Strategi harga, segmen pasar, serta penjualan ponsel premium menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi posisi vendor dalam persaingan tersebut.

Laporan Counterpoint Research mengungkapkan lima vendor smartphone dengan pendapatan tertinggi. Daftar ini memperlihatkan bagaimana sejumlah merek besar bersaing dalam menguasai pasar ponsel dunia melalui strategi produk dan pemasaran masing-masing.

Apple menempati posisi pertama dengan menguasai 50 persen pangsa pendapatan smartphone global. Pendapatan perusahaan meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut didukung tingginya permintaan iPhone 17 Series serta respons positif terhadap iPhone 18 Pro Series. Harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) iPhone juga meningkat 19 persen menjadi 1.031 dollar AS.

Samsung berada di posisi kedua dengan pangsa pendapatan sebesar 19 persen. Pendapatan bisnis smartphone Samsung tumbuh 14 persen secara tahunan, didukung kenaikan ASP sebesar 21 persen menjadi 367 dollar AS. Sejumlah perangkat yang mendorong kinerja tersebut antara lain Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Z Fold8. Meski berada di posisi kedua dalam pendapatan, Samsung masih menjadi vendor dengan pangsa pengiriman smartphone terbesar, yakni 22 persen.

Sementara itu, Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa pendapatan sebesar 6 persen. Pendapatan perusahaan relatif stagnan dibandingkan kuartal III-2025. Namun, ASP Xiaomi mengalami kenaikan dua digit sehingga mampu mengimbangi penurunan volume pengiriman. Strategi perusahaan yang mulai mengalihkan fokus dari segmen pemula ke kelas menengah dan menengah atas turut mendukung kinerja tersebut. Redmi Note 15 Series dan Xiaomi 17T menjadi sejumlah model yang berkontribusi terhadap peningkatan nilai penjualan.

Oppo berada di urutan keempat dengan pangsa pendapatan sebesar 5 persen. Namun, pendapatan perusahaan mengalami penurunan 26 persen secara tahunan. Penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya volume pengiriman perangkat lebih besar dibandingkan kenaikan ASP. Oppo tercatat meningkatkan ASP dari 221 dollar AS menjadi 267 dollar AS dengan mengutamakan perangkat unggulan dan mengurangi aktivitas di sejumlah pasar nonprioritas.

Vivo melengkapi lima besar vendor smartphone dengan pangsa pendapatan sebesar 4 persen. Pendapatan perusahaan turun 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, ASP Vivo meningkat dari 220 dollar AS menjadi 258 dollar AS. Peningkatan tersebut terutama didorong kontribusi perangkat kelas menengah atas dan premium, termasuk Vivo S60 5G, V70, dan X300 Series.

Baca Juga: Tak Disangka, HP Android Microsoft Kini Bisa Menjalankan Sistem Operasi iPhone

Secara keseluruhan, Counterpoint Research mencatat pendapatan industri smartphone global mencapai 114 miliar dollar AS pada kuartal III-2026. Angka tersebut meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun pengiriman smartphone global justru mengalami penurunan sebesar 19 persen.

Kenaikan pendapatan industri didorong peningkatan ASP smartphone global sebesar 27 persen menjadi 442 dollar AS. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi untuk rata-rata harga jual smartphone dalam satu kuartal.

Peningkatan harga perangkat dipengaruhi pergeseran permintaan konsumen ke segmen premium, perubahan komposisi produk, serta kenaikan biaya komponen memori. Kondisi ini membuat produsen smartphone semakin selektif dalam menentukan produk yang dipasarkan demi menjaga margin keuntungan.

Counterpoint memperkirakan pertumbuhan pendapatan industri smartphone berpotensi melambat pada kuartal IV-2026. Penurunan pengiriman diperkirakan lebih besar dibandingkan kenaikan harga jual rata-rata perangkat.

Tekanan biaya komponen memori juga diperkirakan masih berlanjut pada 2027 dan mendorong produsen melakukan penyesuaian harga. Sementara itu, penurunan biaya komponen baru diperkirakan mulai terjadi pada 2028. Namun, penghematan tersebut kemungkinan akan dimanfaatkan produsen untuk meningkatkan spesifikasi perangkat dibandingkan menurunkan harga jual.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Taufan Bara Mukti
Editor: Taufan Bara Mukti