Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pramono Ajak Investor Tanamkan Modal di Jakarta, Bidik Sektor Transportasi hingga Pengelolaan Sampah

Pramono Ajak Investor Tanamkan Modal di Jakarta, Bidik Sektor Transportasi hingga Pengelolaan Sampah Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang investasi baagi pihak swasta untuk mengembangkan sejumlah sektor strategis di Ibu Kota. Peluang tersebut meliputi sektor ekonomi kreatif, transportasi, hingga pengelolaan sampah.

Ajakan tersebut disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception Hosted by East Ventures X Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2026). 

Ia menegaskan Pemprov DKI terbuka terhadap kerja sama dengan investor, termasuk East Ventures. Menurutnya, East Ventures memiliki peran strategis dalam menghubungkan dan mengembangkan perusahaan rintisan (startup), talenta digital, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta.

“Jakarta sebagai kota yang sangat terbuka untuk investasi di bidang tersebut, tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures,” kata Pramono, mengutip keteragan resmi, Minggu (8/11/2026).

Selain ekonomi kreatif, Pramono turut menawarkan peluang investasi di sektor transportasi, penanganan polusi udara, hingga pengelolaan sampah. Menurutnya, sejumlah persoalan perkotaan tersebut membutuhkan pengembangan infrastruktur dan kolaborasi dengan pihak swasta.

Di sektor transportasi, tingginya mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menuju Jakarta menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangani. Untuk mengurangi kemacetan, Pemprov DKI terus memperluas layanan transportasi umum, salah satunya melalui Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan daerah sekitarnya.

Pramono menyebut pengembangan transportasi umum tersebut mulai mendorong perubahan pola mobilitas masyarakat.

“Hal ini membuat peralihan penggunaan ke transportasi umum meningkat sekitar 15%. Sekarang Jakarta berada di peringkat 15 di dunia untuk masalah transportasi,” tutur Pramono.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Untuk menangani volume tersebut, Pemprov DKI tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah di tiga lokasi.

Selain itu, Jakarta telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara. Pemerintah daerah juga menjalankan program pemilahan sampah sejak dari sumbernya untuk mengurangi beban pengolahan di tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Diteriaki Galian PAM JAYA Saat Lari, Begini Kata Pramono Anung

Baca Juga: Dirut PAM JAYA Soal Rencana IPO 2027: Persiapan Sudah 93 Persen

Pramono berharap berbagai upaya tersebut dapat menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita berharap pada tahun 2028 Jakarta akan terbebas dari persoalan pembuangan sampah,” kata ia.

Adapun upaya menarik investor ini sejalan dengan target Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari 20 besar kota global pada 2045. Berdasarkan data Pemprov DKI, realisasi investasi Jakarta sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp249,3 triliun atau sekitar 16,2% dari total investasi nasional.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Dian Ihsan