Market Indices

PT KAI: E-Ticketing Kereta Api Jabodetabek Mulai Juni 2013

Oleh Fadjar - Rubrik Ekonomi Bisnis

05 Mei 2013 11:00:00 WIB

WE.CO.ID PT Kereta Api Indonesia (KAI) April lalu melakukan uji coba sistem e-ticketing. Rencananya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan mulai menggunakan sistem e-ticketing pada Juni mendatang di seluruh kawasan Jabodetabek.

"E-ticketing baru diuji coba pada 1 April. Kita mau Juni awal Juni atau pertengahan," ungkap Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek, Tri Handoyo di Jakarta, Sabtu (4/5/2013).

Tri mengatakan bahwa ujicoba 1 April di lintas Duri - Tangerang kemudian 22 April Jakarta-Depok. Tarif yang dipakai sejauh ini masih menggunakan tarif lama. “Pentarifan nanti kita lihat, sejauh ini kita masih wacana dengan 5 stasiun Rp 3.000 kemudian 3 stasiun selanjutnya Rp 1.000 itu saja untuk sementara ini,” kata Tri.

Senada dengan Tri, Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito juga mengatakan bahwa diperkirakan akhir Mei hingga pertengahan Juni e-ticketing akan mulai diberlakukan.

Dirut KCJ ini menambahkan bahwa saat ini KCJ akan membeli sebanyak 180 unit KRL baru dengan menganggarkan dana sekitar Rp 180 miliar yang bersumber dari persero dan pinjaman bank. Kereta tambahan inidirencanakan akan mulai datang ke Indonesia pada Agustus mendatang.

Annisa Nurfitriyani

Foto: humasda1.wordpress.com

Penulis:

Recomended Reading

Kabar EkBis

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Kiara: Nelayan Kecil Belum Siap Hadapi MEA

20 Agustus 2014 - Ekonomi Bisnis

Pemprov Bali Dorong Kinerja IMK

20 Agustus 2014 - Properti

Dahlan Resmikan Proyek Besar PTPP

Executive Brief

BI habiskan sekitar Rp 3 triliun per tahun untuk cetak uang kartal.

BI dorong Pemprov Jateng sosialisasikan transaksi nontunai.

Tri Herdianto: Keberadaan OJK arahkan industri keuangan untuk ikuti aturan hukum.

KSEI akan kerja sama dengan Bank Mandiri untuk sinergikan pasar modal dan perbankan.

Menkeu: :enaikan harga BBM bersubsidi dapat berikan ruang fiskal yang lebih ekspansif.

Enny Sri Hartati: RAPBN 2015 butuhkan terobosan fundamental oleh pemerintah baru.

PDI-P: RAPBN 2015 masih miskin program stimulus yang bermanfaat.

Menkeu: Alokasi dana desa yang ideal adalah Rp 64 triliun.

OJK: Pengembangan infrastruktur dan perbaikan peraturan perlu terus dilakukan.

Budi Gunadi optimis kinerja IHSG di BEI akan terus membaik.

Menkeu: Pemerintah dan DPR siap lakukan pembahasan RUU Redenominasi.

Faisal Basri harapkan pemerintahan baru naikkan rasio alokasi anggaran infrastruktur.

Menkeu: Penerbitan uang NKRI jadi momentum penggunaan rupiah dalam setiap transaksi.

Entertainment & Life Style

18 Agustus 2014 - Olahraga

Sturridge Bawa Liverpool Raih Kemenangan